Skip to content

MORE ABOUT MGMP SEJARAH ?

Sekretariat MGMP SEJARAH MA :
MAN 1 Surakarta Jl. Sumpah Pemuda 25 Surakarta 57136 e-mail : mgmpsejarah@yahoo.com
Kami terbuka untuk silaturahmi bagi rekan-rekan guru sejarah di seluruh Indonesia

Pembelajaran Sejarah Model Mind Mapping

2 November 2013

SAM_7878Pembelajaran sejarah adalah salah satu pelajaran yang menuntut kemampuan kognitif siswa. Tidak mengherankan bila banyak siswa yang mengeluh jika diberi pelajaran sejarah, karena yang ada di benak mereka adalah hafalan, mencatat dan mengantuk. Paradigma inilah yang ingin penulis ubah. Bagaimana ? Tidak lain dan tidak bukan adalah pengajar ( guru -red) harus mengubah model pembelajarannya, dari odel konvensional berupa ceramah dengan  odel pembelajaran yang lebih banyak mengaktifkan siswa. Siswa/siswi kita adalah manusia-manusia yang memiliki potensi untuk berkembang. Mengapa kita “bungkam” mereka dengan hanya menempatkan sebagai subyek dan bukan obyek. Salah satu model pembelajaran yang bisa diterapkan untuk memaksimalkan potensi siswa, khususnya dalam pelajaran sejarah, adalah model mind mapping. Model ini telah penulis laksanakan berkali-kali dan terbukti memang siswa bisa menikmati proses pembelajaran bahkan waktunya bisa kurang karena saking asyiknya.

Pengertian, Prinsip dan Ciri Mind mapping

1. Pengertian Mind Mapping
Mind mapping atau peta pikiran adalah suatu tekhnik pembuatan catatan-catatan yang dapat digunakan pada situasi, kondisi tertentu, seperti dalam pembuatan perencanaan, penyelesaian masalah, membuat ringkasan, membuat struktur, pengumpulan ide-ide, untuk membuat catatan, kuliah, rapat, debat dan wawancara. (Svantesson, 2004 : 1)
Konsep Mind mapping asal mulanya diperkenalkan oleh Tony Buzan tahun 1970-an. Menurutnya mind map adalah sistem penyimpanan, penarikan data, dan akses yang luar biasa untuk perpustakaan raksasa, yang sebenarnya ada dalam otak manusia yang menakjubkan (Buzan, 2009 : 12). Mind map adalah cara termudah untuk menempatkan informasi ke dalam otak dan mengambil informasi keluar otak-Mind Map adalah cara mencatat yang kreatif, efektif, dan secara harfiah akan “memetakan” pikiran-pikiran kita.
Pemetaan  pikiran yang dikemukakan oleh Buzan ini didasarkan pada kenyataan bahwa otak manusia terdiri dari satu juta juta sel otak atau setara dengan 167 kali jumlah manusia di bumi, sel-sel otak tersebut terdiri dari beberapa bagian, ada bagian pusat (nukleus) dan ada sejumlah bagian cabang yang memencar ke segala arah, sehingga tampak seperti pohon yang menumbuhkan cabang ke sekelilingnya (Buzan, 2009:30).
Kita bisa membandingkan mind map dengan peta kota. Pusat mind map mirip dengan pusat kota. Pusat mind map mewakili ide terpenting. Jalan-jalan utama yang menyebar dari pusat mewakili pikiran-pikiran utama dalam proses pemikiran kita, jalan-jalan sekunder mewakili pikiran-pikiran sekunder, dan seterusnya. Gambar-gambar atau bentuk-bentuk khusus dapat mewakili area-area yang menarik atau ide-ide menarik tertentu.
Sama seperti peta jalan, Mind Map akan :
             Memberi pandangan meyeluruh pokok masalah atau area yang luas.
             Memungkinkan kita merencanakan rute atau membuat pilihan-pilihan dan mengetahui ke mana kita akan pergi dan di mana kita
             berada.
             Mengumpulkan sejumlah besar data di suatu tempat.
             Mendorong pemecahan masalah dengan membiarkan kita melihat jalan-jalan terobosan kreatif baru.
             Menyenangkan untuk dilihat,dibaca, dicerna dan diingat.
SAM_7984 SAM_7985
Mind Map juga merupakan peta rute yang  hebat bagi ingatan, memungkinkan kita menyusun fakta dan pikiran sedemikian rupa sehingga cara kerja alami otak dilibatkan sejak awal. Ini berarti mengingat informasi akan lebih mudah dan lebih bisa diandalkan daripada mengunakan tekhnik pencatatan tradisional.
Konsep ini dikategorikan ke dalam teknik kreatif, karena pembuatan mind mapping ini membutuhkan pemanfaatan imajinasi dari si pembuatnya. Siswa yang kreatif akan lebih mudah membuat mind mapping ini. Begitu pula, dengan semakin seringnya siswa membuat mind mapping, dia akan semakin kreatif. Sebuah mind map memiliki sebuah ide atau kata sentral, dan ada 5 sampai 10 ide lain yang keluar dari ide sentral tersebut. Mind mapping sangat efektif bila digunakan untuk memunculkan ide terpendam yang siswa miliki dan membuat asosiasi di antara ide tersebut. Catatan yang siswa buat membentuk sebuah pola gagasan yang saling berkaitan, dengan topik utama ditengah dan sub topik dan perincian menjadi cabang-cabangnya, tekhnik ini dikenal juga dengan nama Radian Thinking (Deporter dan Hernacki, 2011 : 152).

Dengan membuat sendiri peta pikiran siswa “melihat” bidang studi itu lebih jelas, dan mempelajari bidang studi itu lebih bermakna. Para siswa cenderung lebih mudah belajar dengan catatannya sendiri yang menggunakan bentuk huruf yang mereka miliki dan ditambah dengan pemberian warna yang berbeda disetiap catatan mereka. Dibandingkan dengan membaca buku teks mereka merasa kesulitan ketika persiapan akan menghadapi ujian.
Mind mapping merupakan tehnik penyusunan catatan demi membantu siswa menggunakan seluruh potensi otak agar optimum. Caranya, menggabungkan kerja otak bagian kiri dan kanan. Metode ini mempermudah memasukan informasi kedalam otak dan untuk kembali mengambil informasi dari dalam otak. Mind mapping  merupakan teknik yang paling baik dalam membantu proses berfikir otak secara teratur karena menggunakan teknik grafis yang berasal dari pemikiran manusia yang bermanfaat untuk menyediakan kunci-kunci universal sehingga membuka potensi otak. (Prayudi: 2008). Dengan metode mind mapping siswa dapat meningkatkan daya ingat hingga 78%.

Berikut adalah perbedaan antara Tulisan Biasa dan Mind Map :
a.       Tulisan Biasa
          Hanya berupa tulisan-tulisan saja
          Hanya dalam satu warna
          Untuk mereview ulang memerlukan waktu yang lama
          Waktu yang diperlukan untuk belajar lebih lama
          Statis
b.      Mind Mapp
          Berupa tulisan, symbol dan gambar
          Berwarna-warni
          Untuk mereview ulang diperlukan waktu yang pendek
          Waktu yang diperlukan untuk belajar lebih cepat dan efektif
          Membuat individu menjadi lebih kreatif
 Dari uraian tersebut, peta pikiran (mind mapping) adalah satu teknik mencatat yang mengembangkan gaya belajar visual. Peta pikiran memadukan dan mengembangkan potensi kerja otak yang terdapat di dalam diri seseorang. Dengan adanya keterlibatan kedua belahan otak maka kan memudahkan seserorang untuk mengatur dan mengingat segala bentuk informasi, baik secara tertulis maupun secara verbal. Adanya kombinasi warna, simbol, bentuk dan sebagainya memudahkan otak dalam menyerap informasi yang diterima.
Peta pikiran yang dibuat oleh siswa dapat bervariasi setiap hari. Hal ini disebabkan karena berbedanya emosi dan perasaan yang terdapat dalam diri siswa setiap harinya. Suasana menyenangkan yang diperoleh siswa ketika berada di ruang kelas pada saat proses belajar akan mempengaruhi penciptaan peta pikiran. Tugas guru dalam proses belajar adalah menciptakan suasana yang dapat mendukung kondisi belajar siswa terutama dalam proses pembuatan mind mapping (Iwan Sugiarto, 2004 : 76).
2.  Prinsip dan Ciri mind mapping
Mind mapping menggunakan teknik penyaluran gagasan dengan menggunakan kata kunci bebas, simbol, gambar, dan menggambarkan secara kesatuan dengan menggunakan teknik pohon. Mind mapping ini didasarkan pada detail-detail dan suatu peta pikiran yang mudah diingat karena mengikuti pola pemikiran otak.
Semua mind map mempunyai kesamaan. Semuanya menggunakan warna. Semuanya memiliki struktur alami yang memancar dari pusat. Semuanya menggunakan garis lengkung, simbol, kata dan gambar yang sesuai dengan satu rangkaian Turan yang sederhana, mendasar, alami, dan sesuai dengan cara kerja otak. Dengan mind map, daftar informasi yang panjang bisa dialihkan menjadi diagram warna-warni, sangat teratur dan mudah diingat yang bekerja selaras dengan cara kerja alami otak dalam melakukan berbagai hal.(Buzan, 2005:6)
Rose dan Malcolm menambahkan strategi visual ini mempunyai beberapa ciri, diantaranya sebagai berikut :
a.         Mengingat orang melalui penglihatan, mengingat kata-kata dengan melihat tetapi perlu waktu yang lebih lama untuk mengingat susunan atau urutan abjad jika tidak disebutkan awalnya.
b.         Jika memberi atau menerima penjelasan arah lebih suka memakai peta/gambar.
c.         Aktifitas reatif : menulis, menggambar, melukis merancang.
d.        Mempunyai ingatan visual yang bagus, dimana ketika kita ingat saat meninggalkan sesuatu dalam beberapa hari yang lalu. (Rose dan Malcolm, 2006 : 77)
Menurut Buzan, teknik pembuatan catatan dan pengelompokan pikiran yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan seluruh otak yang harus menyertakan tidak hanya kata-kata, angka, rangkaian dan juga garis-garis tetapi juga dengan warna, gambar-gambar, dimensi , simbol-simbol itulah peta pikiran atau mind mapping (Buzan, 2003 : 122).
Langkah-Langkah Pembuatan Mind Mapp
SAM_7881 SAM_7884 SAM_7886 SAM_7889
Hal-hal yang harus dipersiapkan ketika akan membuat atau menggunakan metode mind mapping adalah :
  •              Kertas kosong tak bergaris.
  •              Pena atau spidol berwarna-warni.
  •              Otak dan imajinasi.
  •              Buku sumber sebagai salah satu sumber bagi siswa.
Hal-hal yang harus diperhatikan ketika akan membuat mind map, bahan bacaan yang berasal dari buku teks, yaitu (Svantesson, 2004:127) :
ð  Membaca teks secara keseluruhan
Dengan membaca teks secara menyeluruh maka akan mengetahui isi cerita. Sewaktu membaca teks beri tanda pada kata-kata yang dianggap penting untuk mencatat di mind map;
ð  Mengenali tipe teks
Sebelum membuat mind map, maka harus menemukan desain yang cocok untuk masing-masing teks yang spesifik. Setelah membaca teks maka akan mengetahui desain yang sesuai untuk mind map yang akan dibuat. Secara sederhana sebuah teks dapat dikategorikan ke dalam tiga kelompok:
o   Komparasi (perbandingan)
Sebuah teks dikategorikan komparasi apabila teks tersebut terdapat perbandingan antara A dan B, antara yang baik dan yang  jelek dan sebagainya.

Kronologi atau rangkaian peristiwa

Teks tersebut mempunyai sebuah awal dan akhir yang jelas, misalnya biografi, sejarah, proses dan sebagainya. Desain ini biasanya sesuai dengan arah jarum jam.

o   Presentasi (paparan)
Apabila cerita tanpa permulaan atau akhir yang jelas, apabila kata-kata dipaparkan tanpa urutan yang khusus, maka bisa didesain sesuai dengan keinginan.
ð  Menulis mind map
Pada saat membaca maka telah memperoleh kata-kata penting yang telah diberi tanda, tahap ini adalah tahap menulis kata-kata penting pada mind map. Setelah menulis kata utama maka dihubungkan dengan garis hubung pada kata-kata yang menjadi cabang dari kata-kata utama.
Kelebihan dan Kekurangan Mind Mapping
Menurut Mike Hernacki dan Bobbi Deporter, mind mapping memiliki manfaat diantaranya :
ð  Fleksibel
Didalamnya jika seorang pembicara tiba-tiba teringat untuk menjelaskan suatu hal tentang pemikiran, Anda dapat dengan mudah menambahkannya di tempat yang sesuai dalam Peta Pikiran Anda tanpa harus kebingungan.
ð  Dapat memusatkan pikiran
Anda tidak perlu berfikir untuk menangkap setiap kata yang dibicarakan. Sebaliknya, Anda dapat berkonsentrasi pada gagasannya.
ð  Meningkatkan pemahaman
Ketika membaca suatu tulisan atau laporan tekhnik, Peta Pkiran akan meningkatkan pemahaman dan memberikan catatan tinjauan ulang yang sangat berarti nantinya.
ð  Menyenangkan
Imajinasi dan kreativitas Anda tidak terbatas dan hal itu menjadikan pembuatan dan peninjauan ulang catatan lebih menyenangkan.
Sedangkan menurut Buzan (Buzan, 2005 : 6), mind map dapat membantu kita dalam sangat banyak hal. Berikut beberapa diantaranya :
ð  Merencana.
ð  Berkomunikasi.
ð  Menjadi lebih kreatif.
ð  Menghemat waktu.
ð  Menyelasikan masalah.
ð  Memusatkan perhatian.
ð  Menyusun dan menjelaskan pikiran-pikiran.
ð  Mengingat dengan lebih baik.
ð  Belajar lebih cepat dan efisien.
ð  Melihat “gambar keseluruhan”.
ð  Menyelamatkan pohon.
Dari penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa beberapa kelebihan saat menggunakan teknik mind mapping ini, yaitu :
ð  Mind Map mampu meningkatkan kapasitas pemahaman dengan cara:
o    Melihat gambaran besar suatu persoalan sekaligus melihat informasi secara detail
o    Mengingat informasi yang kompleks lebih mudah. Informasi tersebut telah dikelompokkan sesuai dengan cara seseorang mengingat termasuk hubungannya dengan subjek yang sama atau berbeda.
o    Mengatasi informasi yang membludak karena telah ditata dan dikelompokkan sedemikan rupa. Secara mental hal ini juga membuat seseorang lebih terorganisir dan runtut dalam memahami sebuah persoalan.
ð   Mind Map mampu meningkatkan kemampuan seseorang dalam berimajinasi, mengingat, berkonsentrasi, membuat catatan, meningkatkan minat sekaligus mampu menyelesaikan persoalan. Hal ini dicapai karena Mind Map mengajarkan untuk melihat persoalan secara keseluruhan dan melihat hubungannya satu sama lain. Ini yang paling sulit dilakukan dalam catatan konvensional. Tidak hanya itu, dengan catatan ini maka manajemen belajar pun menjadi lebih mudah. Informasi baru dapat ditambahkan, dihubungkan, dan diasosiasikan kapan saja dengan informasi yang sudah ada sebelumnya.
ð  Mind Map dapat merangsang sisi kreatif seseorang lewat penggunakan garis lengkung, warna dan gambar. Ini membuat sebuah catatan sekaligus menjadi karya seni yang indah. Secara mental akan memudahkan kita untuk mengingatnya. Mind Map akan merangsang kemampuan membandingkan informasi yang ada baik berupa fakta, ide termasuk data statistik.
ð  Mind Map membantu seseorang membuat catatan yang menarik dalam waktu singkat. Selain itu, catatan ini mampu membuka pemahaman yang baik dan sisi kreatif dengan merangsang munculnya ide-ide dan insight baru, bahkan pada saat membuat catatan itu sendiri. Mind Map dapat pula menjelaskan sebuah tujuan, rencana, ide, maupun pemikiran secara jelas dan terstruktur.
ð  Teknik dapat digunakan untuk mengorganisasikan ide-ide yang muncul dikepala anda atau mengingat detail secara mudah.
ð  Melihat hubungan antara gagasan dan konsep.
ð  Proses mengganbar diagram bisa memunculkan ide-ide yang lain.
ð  Diagram yang sudah terbentuk bisa menjadi panduan untuk menulis.
ð  Bekerjasama dengan otak siswa, bukan bertentangan dengannya.
ð  Menyingkirkan “format outline” yang membosankan, selamanya
ð  Dapat mengoptimalakan otak kanan dan otak kiri, karena mind map bekerja dnegan gambar, warna dan kata-kata sederhana.
ð  Dapat menghemat catatan, karena dengan mind map bisa meringkas satu bab materi dalam setengah lembar kertas
ð  Pembelajaran terkesan lebih efektif, dan efisisien, karena pada dasarnya cara kerja mind map sama dengan cara kerja dasar otak, yaitu tidak tersusun sistematis, namun lebih pada bercabang-cabang seperti pohon.
ð  Pola ini dapat mempermudah proses recall pada setiap apa yang pernah dipelajari.
ð  Dapat meningkatkan daya kreatifitas siswa dan guru, karena siswa/guru akan terangsang untuk mebuat gambar-gambar atau warna-warna pada mind map agar terlihat lebih menarik.
ð  Mempertajam daya analisa dan logika siswa, karena siswa tidak lagi dituntut untuk mencatat buku sampai habis kemudian menghapalnya. Namun lebih kepada pemahaman dan kreatifitas untuk dapat menghubungkan topik umum dengan sub-sub topic bahasan. Demikian sekedar berbagi pengalaman dalam pembelajaran model Mind Mapping, semoga sukses buat semuanya, maju terus pendidikan Indonesia.
Foto-foto kegiatan Mind Map siswa/siswiku:
SAM_7987 SAM_8023 SAM_8033 SAM_8035 SAM_8139 SAM_8158 SAM_8365 SAM_8423 SAM_8424 SAM_8445 SAM_8450 SAM_8465
DAFTAR PUSTAKA
Suprijono, Agus. 2009. Cooperative Learning : Teori dan Aplikasi PAKEM. Yogyakarta : Pustaka Pelajar.

            Buzan, Tony. 2005. Buku Pintar Mind Maps. Jakarta : Gramedia.
Suyatno. 2009. Menjelajah Pembelajaran Inovatif. _____: Masmedia Buana Pustaka.
Bobby Deporter dan Mike Hernarcki. 2011. Quantum Learning. Bandung : Kaifa.
Bobby Deporter dkk. 2003. Quantum Teaching. Bandung: Kaifa.
Colin Rose dan Malcolm J. 2006. Accelered Learning. Bandung : Nusantara.
Riyanto, Yatim. 2010. Paradigma Baru Pembelajaran. Jakarta : Kencana Pernada Group.
Buzan, Tony. 2003. Use Both Sides of Your Brain. Surabaya : Ikon.
Sugiarto,Iwan. 2004. Mengoptimalkan Daya Kerja Otak Dengan Berfikir. Jakarta : Gramedia.
                                     Pengaruh Penggunaan Strategi Pembelajaran Mind Mapping terhadap Prestasi belajar                                                            Skripsi IAIN Syekh Nurjati : Cirebon.

Ekspedisi Sejarah di Jogja….

19 Juni 2013

Dalam rangka untuk meningkatkan pengetahuan Sejarah bagi guru-guru sejarah di Karesidenan Surakarta, pada tanggal 11 Mei 2013 yang lalu, MGMP Sejarah Karesidenan Surakarta mengadakan kegiatan EKSPEDISI SEJARAH JOGJA 2013 dengan mengunjungi obyek-obyek sejarah di sekitar Jogja antara lain Candi Kalasan, Candi Sari, Gua Ciremai dan berakhir di Pantai Kwaru. Berikut foto-foto kegiatannya :

SAM_6319 SAM_6323 SAM_6325 SAM_6326 SAM_6329 SAM_6330 SAM_6331 SAM_6341 SAM_6343

Pelatihan Membuat Blog MGMP Sejarah

12 Januari 2013

Dalam upaya meningkatkan kualitas pembelajaran khususnya dengan memanfaatkan media IT, MGMP Sejarah Karesidenan Surakarta mengadakan pelatihan membuat blog yang diselenggarakan di MA Assalam Kartasura 12 Januari 2013. Kegiatan ini diadakan sebagai persiapan menghadapi penerapan kurikulum 2013 ( yang dalam proses uji publik), dimana salah satu unsurnya adalah semua mata pelajaran harus berbentuk media IT. Acara yang dibuka pukul 09.00 oleh Kepala MA Assalam ini, diikuti oleh 30 guru-guru sejarah se karesdienan Surakarta. Sebagai pembicara adalah Rusdi Mustapa, S.Pd ( Guru MAN 1 Surakarta) yang telah menggunakan media IT dalam pembelajaran sejarah dan berkecimpung di dunia IT selama 5 tahun. Dalam kegiatan ini peserta di tuntun untuk bisa membuat blog dari awal sampai memiliki blog sendiri sedngkan untuk pengembangan diserahkan kepada masing-masing guru. Semoga dengan kegiatan ini dapat meningkatkan kualitas pembelajaran sejarah khususnya bagi guru-guru sejarah MA Karesdienan Surakarta.

SAM_5796 SAM_5795 SAM_5816 SAM_5815 SAM_5814 SAM_5813 SAM_5811 SAM_5810 SAM_5809 SAM_5808 SAM_5807 SAM_5806 SAM_5805 SAM_5804 SAM_5803

Pembelajaran Sejarah Sambil Peduli Lingkungan….

13 November 2012

Pendidikan lingkungan Hidup (environmental education – EE) adalah suatu proses untuk membangun populasi manusia di dunia yang sadar dan peduli terhadap lingkungan total (keseluruhan) dan segala masalah yang berkaitan dengannya, dan masyarakat yang memiliki pengetahuan, ketrampilan, sikap dan tingkah laku, motivasi serta komitmen untuk bekerja sama , baik secara individu maupun secara kolektif , untuk dapat memecahkan berbagai masalah lingkungan saat ini, dan mencegah timbulnya masalah baru [UN - Tbilisi, Georgia - USSR (1977) dalam Unesco, (1978)].

Pendidikan tentang lingkungan (enviromental-education) saat ini telah mulai diterapkan di segala bidang. Apa inti dari konsep ini ? Pendidikan diharapkan tidak hanya menekankan pada tiga aspek yang selama ini kita kenal, afektif, kognitif, dan psikomotor, namun juga mulai merambah pada aspek lingkungan. Idenya adalah bagaimana dalam pembelajaran kita bisa menyisipkan pesan-pesan tentang peduli lingkungan kepada siswa,  agar mereka nanti tidak hanya cerdas secara pengetahuan namun juga cerdas secara sikap, khususnya terhadap lingkungan.

Manusia terdiri atas pikiran dan rasa dimana keduanya harus digunakan. Rasa menjadi penting digerakkan terlebih dahulu, karena seringkali dilupakan. Bagaimana memulai pendidikan lingkungan hidup? Pendidikan Lingkungan Hidup harus dimulai dari HATI. Tanpa sikap mental yang tepat, semua pengetahuan dan keterampilan yang diberikan hanya akan menjadi sampah semata.

Untuk membangkitkan kesadaran manusia terhadap lingkungan hidup di sekitarnya, proses yang paling penting dan harus dilakukan adalah dengan menyentuh hati. Jika proses penyadaran telah terjadi dan perubahan sikap dan pola pikir terhadap lingkungan telah terjadi, maka dapat dilakukan peningkatan pengetahuan dan pemahaman mengenai lingkungan hidup, serta peningkatan keterampilan dalam mengelola lingkungan hidup

ENVIRONMENTAL-EDUCATION UNTUK SEJARAH ?

Bagaimanakah penerapan konsep enviromental-education dalam pelajaran sejarah ? Dalam kesempatan ini, saya akan berbagi pengalaman tentang pembelajaran sejarah yang dikombinasikan dengan pendidikan lingkungan dalam bentuk yang sederhana. Konsepnya adalah bagaimana siswa bisa memanfaatkan sampah-sampah yang ada di sekolah untuk bisa diolah dan dibuat menjadi media belajar sejarah yang murah, meriah, inovatif, dan edukatif. Dalam kesempatan ini, saya memberikan tugas kepada siswa untuk membuat PAPAN DISPLAY SEJARAH yang memuat info/materi sejarah, dalam hal ini materi KERAJAAN HINDU-BUDHA DI INDONESIA kelas XI IPA Semester gasal, dengan memanfaatkan kardus-kardus bekas yang banyak terdapat di sekolah. Kelas yang saya libatkan dalam kegiatan ini adalah Kelas XI IPA 2 Program Boarding School MAN 1 Surakarta.

Tugas dikerjakan secara berkelompok dengan masing-masing kelompok berjumlah 5 orang ( atau menyesuaikan). Mereka wajib membuat model atau konsep PAPAN DISPLAY dengan memanfaatkan kardus-kardus bekas yang telah di dapatkan. Pada akhir kegiatan, semua hasil kegiatan akan di DISPLAY/ DIPAMERKAN di halaman sekolah. Kenapa di halaman sekolah ? Saya mengharapkan agar siswa semakain sadar bahwa tidak selamanya sampah-sampah yang ada di lingkungan, yang selama ini hanya sekedar dibuang atau dibakar, ternyata bisa dimanfaatkan menjadi barang yang lebih berguna. Selain itu untuk lebih menambah antusiasme siswa terhadap pelajaran sejarah yang selama ini identik dengan pelajaran hafalan dan membosankan.

Mediaku Peringkat 5 Jawa Tengah

12 November 2012

Tiada kata yang pantas kuucapkan selain ucapan alhamdulillah kepada Allah SWT atas segala limpahan rahmatNYA, sehingga aku bisa menempati peringkat 5 dalam lomba Media Pembelajaran Interaktif (MPI) jenjang SMA/MA yang diselenggarakan oleh BPTIKP Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah. Ini aku ketahui setelah membuka website Panitia Lomba MPI di www.lomba.bptikp-jateng.net, saat aku klik bagian “Peringkat Lomba MPI Jenjang SMA”, ternyata namaku Rusdi Mustapa, S.Pd, muncul di peringkat 5. Kejutan yang tak terduga mengingat banyak peserta yang medianya lebih bagus dariku. Lomba yang diadakan dari tanggal 4 – 5 Oktober 2012 ini, diikuti oleh 23 guru jenjang SMA/MA se Jawa Tengah. Ini adalah kali pertama aku mengikuti lomba ini. Sejak awal tidak ada target yang aku pasang, lebih banyak ingin mencari pengalaman dan belajar dari peserta lain. Sebenarnya aku juga mengikuti lomba pengayaan sumber belajar Blog Guru, namun belum lolos. Berikut daftar peringkat Lomba Pengayaan Sumber Belajar MPI Jenjang SMA/MA 2012:

Dua hari mengikuti lomba memberiku banyak wawasan baru terutama dalam hal menyusun media pembelajaran interaktif. Banyak peserta yang menampilkan media yang luar biasa bagus ( menurut aku lho). Bahkan saat presentasi pun aku juga nothing to lose saja. Saat ditanya oleh dewan juri yang memang sangat qualified karena juri nasional di bidang TIK, aku jawab saja dengan jawaban-jawaban yang malah membuat peserta lain tertawa karena barangkali jawabanku lucu, ndak mutu atau apa aku tidak tahu. Apalagi saat ditanya ke hal-hal teknis, aku lebih banyak menjawab dengan bahasa yang polos. Namun ternyata itu malah membuat dewan juri terkesan dengan jawabanku dan akhirnya aku menempati peringkat 5. Pertimbangan dari dewan juri bagaimana sehingga aku menempati peringkat 5, namun hal ini memberiku semangat dan motivasi lebih untuk bisa ikut di lomba tahun berikutnya yang tentu saja dengan memperbaiki medianya sesuai masukan-masukan dari dewan juri. Semoga prestasi yang luar biasa ini akan selalu meningkat untuk waktu akan datang.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Rapat Perdana Pengurus MGMP Sejarah

16 September 2012

Setelah terbentuknya kepengurusan baru MGMP Sejarah Karesidenan Surakarta periode 2012/2014, agenda pertama yang dilaksanakan pengurus baru adalah mengadakan rapat rutin  setiap awal semester dan akhir semester. Untuk rapat awal semester telah dilaksanakan pada tanggal 15 September 2012 bertempat di MAN 1 Surakarta. Dalam rapat yang dihadiri oleh semua pengurus baru beserta anggota MGMP Sejarah Karesidenan Surakarta tersebut, agenda utama yang dibicarakan adalah penyampaikan program kerja pengurus periode 2012/2014. Rapat dipimpin oleh ketua MGMP Muhammad Ghufron, S.Pd yang memaparkan secara umum program-program kerja yang akan dilaksanakan. Pemaparan lebih rinci disampaikan oleh Suratno, S.Pd selaku sekretaris.

Dalam pemaparannya, Suratno, S.Pd memaparkan program kerja yang akan dilaksanakan, baik program jangkan pendek, menengah, dan panjang. Untuk program jangka pendek adalah mempersiapkan pembuatan soal semester gasal dengan menunjuk petugas pembuatnya. Selanjutnya juga dipaparkan tentang rencana pendalaman materi sejarah di bulan Januari 2013 dengan obyek kunjungan ke Gedong Songo.

Pada kesempatan itu juga ada usulan agar diadakan pelatihan bagi anggota MGMP Sejarah, khususnya membuat blog sejarah. Kegiatan akan dilaksanakan pada akhir semester gasal bertempat di MA Assalam. Selain itu, juga akan diadakan kegiatan pelatihan ilmiah tentang UKG. Dalam kesempatan ini, juga disampaikan tentang alamat baru email MGMP yaitu mgmpsejarah@gmail.com yang bisa diakses oleh semua anggota dengan memasukkan password SURAKARTA, juga group facebook MGMP Sejarah di mgmpsejarahmasurakarta. Semoga dengan media ini bisa meningkatkan kualitas dari MGMP Sejarah Karesidenan Surakarta. VIVA Historia…

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Inilah Pengurus Baru MGMP 2012/2014

9 Mei 2012

Tidak terasa sudah 2 tahun kepengurusan MGMP Sejarah karesidenan Surakarta bekerja dan memberikan dharma bhaktinya buat kemajuan sejarah. Banyak lika-liku yang harus dihadapi, namun dengan keyakinan tinggi semua bisa diatasi bersama-sama. Di penghujung kepemimpinan MGMP Sejarah, telah diadakan pemilihan pengurus baru yang dibarengkan dengan kegiatan Pendalaman Materi sejarah di kota semarang. Kepada pengurus lama MGMP Sejarah 2010/2012, terima kasih atas segala dharma baktinya kepada sejarah, semoga apa yang telah dirintis dan dilakukan selama ini bisa diteruskan oleh kepengurusan baru 2012/2014. Dan kepada pengurus baru, selamat bekerja semoga semakin membawa MGMP sejarah lebih maju dan ditunggu gebrakan-gebrakan yang baru. Selamat bekerja !!!! Berikut susunan pengurus baru MGMP Sejarah Karesidenan Surakarta 2012/2014:

SUSUNAN PENGURUS BARU

MGMP SEJARAH KARESIDENAN SURAKARTA 2012/2014

KETUA                                  :

  1. Muhammad Ghufron, S.Pd ( MA Assalam Kartasura)
  2. Khomsiyatun, S.Pd ( MAN Karanganom, Klaten

SEKRTARIS                          :

  1. Suratno, S.Pd ( MAN Klaten)
  2. Mahmudah, S.Pd ( MAN 1 Surakarta

BENDAHARA                      :

  1. Suripni, S.Pd ( MAN 2 Boyolali)
  2. Istiqomah, S.Pd ( MAN Wonogiri)
  3. Fadjar Puji Nirmala, S.Pd ( MAN Klaten)

SEKSI BIDANG

a)        SOSIAL    :

  • Dra. Sri Susilowati ( MA Muhammadiyah Surakarta)
  • Dra. Sri Wahyuni ( MAN 3 Sragen)

b)       PENGEMBANGAN IPTEK      :

  • Rusdi Mustapa, S.Pd ( MAN 1 Surakarta)
  • Tatik Budi Raharti, S.Pd ( MAN 1 Surakarta)

c)       HUMAS                                      :

  • Dwi Retno Astutiningsih, S.Pd ( MAN Klaten)
  • Setyaningsih, S.Pd ( MAN Karanganom Klaten)

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.