Skip to content

MORE ABOUT MGMP SEJARAH ?

Sekretariat MGMP SEJARAH MA :
MAN 1 Surakarta Jl. Sumpah Pemuda 25 Surakarta 57136 e-mail : mgmpsejarah@yahoo.com
Kami terbuka untuk silaturahmi bagi rekan-rekan guru sejarah di seluruh Indonesia

mari sukseskan bersama

3 Agustus 2015

iklan OSEAS

MGMP Sejarah Gelar OSEAS

11 Juli 2015

logo OSEAS 2015 2Dalam rangka menyambut HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke 70, Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Sejarah Karesidenan Surakarta akan mengadakan OSEAS ( Olimpiade Sejarah Surakarta ). Gelaran yang ditujukan bagi siswa/siswi tingkat SMA/MA/SMK dan sederajat tersebut akan dilaksanakan pada 29 Agustus 2015. Menurut wakil ketua MGMP Sejarah Rusdi Mustapa, S.Pd yang mewakili ketua MGMP Sejarah Drs. Ikhsan Sumari, kegiatan ini merupakan bentuk peran serta MGMP Sejarah dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa khususnya dalam bidang sejarah. Selain itu untuk memberikan warna baru dalam kegiatan Olimpiade yang selama ini selalu identik dengan IPA. ” Jika selama ini kita hanya tahu olimpiade fisika, matematika, kimia saja maka daftar olimpiade akan bertambah yaitu Olimpiade sejarah,” kata Rusdi Mustapa.

Kegiatan ini merupakan program kerja jangka panjang pengurus MGMP Sejarah Karesidenan Surakarta. Selama ini MGMP Sejarah banyak mengadakan kegiatan yang bersifat ke dalam, artinya konsolidasi serta pemberdayaan anggota MGMP Sejarah. Diantaranya adalah kunjungan ke obyek-obyek sejarah dalam rangka memperdalam pengetahuan sejarah yang bisa disampaikan kepada siswa. Kunjungan yang pernah diadakan adalah ke Kraton Yogyakarta, Kuil Sam Poo Kong Semarang, Gedung Lawang Sewu.

SAM_3571

Selain itu juga kegiatan yang bersifat teknik berupa diklat, dengan menggandeng Balai Diklat Keagamaan Semarang yang telah terlaksana pada tanggal 22 – 26 Juni 2015. Kegiatan yang merupakan gelaran ketiga kalinya tersebut merupakan kegiatan unggulan MGMP Sejarah karena bekerjasama dengan Balai Diklat Keagamaan Semarang.

DSCF1708

Kegiatan OSEAS akan diikuti oleh madrasah-madrasah anggota MGMP Sejarah ditambah dengan perwakilan dari sekolah-sekolah negeri yang ada di wilayah karesidenan surakarta. Hal ini sebagai sarana untuk mengetahui tingkat penguasaan materi sejarah antara sekolah negeri dengan madrasah. ” jadi semacam sparring partner,” kata Rusdi Mustapa. Untuk mendukung kegiatan ini, MGMP Sejarah turut menggandeng dosen dari Pendidikan Sejarah UNS sebagai dewan juri, sehingga diharapkan bisa lebih objektif. Guna mendukung kegiatan ini, informasi seputar OSEAS juga telah diupload di group FB OSEAS “Olimpiade Sejarah Se-Surakarta” dan juga di laman mgmpsejarahma.wordpress.com

cover OSEAS copy

Alhamdulillah…Juara 3 !!

29 Mei 2015

Alhamdulillah, itulah ungkapan pertamaku ketika melihat pengumuman lomba blogger guru yang diadakan Acer dan Guraru, terpampang di group guraru (guru era baru) yang bisa dilihat di sini. Guraru adalah komunitas bagi guru-guru seluruh Indonesia yang memiliki komitmen besar untuk pendidikan Indonesia lebih baik. Setiap tahun guraru mengadakan lomba penulisan artikel bagi guru-guru se Indonesia. Tahun 2015 ini adalah gelaran yang kesekian kalinya diadakan. Event yang menggandeng Acer sebagai sponsornya itu merupakan media bagi guru-guru untuk mengaktualisasikan dirinya lewat tulisan. Kebetulan aku mulai ikut event lomba menulis artikel ini sejak tahun 2012. Keikutsertaan pertama kali yang berbuah “manis” dengan masuknya namaku diantara sekian finalis dari seluruh Indonesia ( lebih jelas lihat di sini).

Pengalaman pertama yang berkesan hingga akhirnya kembali memberanikan diri mengikuti event serupa tahun ini. Event yang bertajuk Lomba Blogger Guru dalam rangka Hari Pendidikan Nasional, mengangkat dua tema besar yaitu pengalaman menyenangkan selama jadi guru dan pengalaman menyenangkan pembelajaran di luar kelas. Dengan hadiah keren yang ditawarkan Acer berupa laptop Acer One 10 tentu menjadi magnet bagi semua guru di Indonesia untuk ambil bagian (tak terkecuali aku tentunya). Semangat mengikuti event ini aku buktikan dengan mengirim 11 artikel yang rata-rata adalah pengalaman mengajar bersama siswa/siswi di MAN 1 Surakarta. Mungkin ngebet ingin dapatlaptop Acer One 10 ya hehehe…Tapi jujur itulah yang ada di benakku saat itu. Selain juga untuk berbagi kepada orang lain yang semoga bisa menginspirasi. Batas waktu pengiriman artikel adalah tanggal 21 Mei 2015.

guru blogger

Setelah waktu pengiriman artikel berakhir tibalah saatnya masa penilaian yang dilakukan mulai tanggal 21 Mei 2015 – 26 Mei 2015. Lima hari yang mendebarkan bagi semua peserta lomba, termasuk aku tentunya. Deg-degan, H2C (harap-harap cemas) adalah suasana hati yang menghinggapiku. Apalagi setalah menginjak tanggal 26 Mei, waktu pengumuman. Membuka laman guraru.org adalah langkah praktis yang kulakukan. Namun setelah dibuka eee ternyata pengumuman pemenang ternyata belum ada. Sempat kecewa juga hehehe…. karena penantian selama hampir 5 hari belum terjawab. Hingga akhirnya tepat di tanggal 28 Mei 2015, akhirnya penantian itu terjawab sudah. Pengumuman pemenang lomba di muat oleh Guraru. Bukan di laman resmi guraru tapi di Group FB Guraru. Itu pun juga tanpa sengaja membukanya. Terpampanglah di situ nama-nama pemenang.

pengumuman juara guraru

Terlihat di situ nama “Rusdi Mustapa” nongol diantara nama-nama pemenang yang lain. Exitedpokoknya…ternyata 1 diantara 11 artikelku yang berjudul “Ayo Berkreasi dengan Sampah”  mampu “memukau” dewan juri dan memilihnya menjadi pemenang. Bangga, senang dan bersyukur tentunya. Walau tidak sesuai dengan harapan yang ingin dapat laptop Acer One 10, namun pencapaian ini suatu kemajuan bagiku. Karena di tahun 2012, ketika pertama kali ikut lomba, namaku berada di peringkat 12 dari 13 finalis se Indonesia. Tahun ini menduduki peringkat ke tiga (jika dilihat dari jumlah pemenangnya). Bersyukur dan menjadi motivasi untuk meningkat dan yang penting semakin memberi energi besar untuk tetap menulis.

Jadi teringat (lagi) dengan kata-kata teman kompasianer senior, Niken Satyawati, saat menjadi salah satupembicara seminar jurnalistik di MAN 1 Surakarta. Dia bilang gini “menulislah dan lihatlah apa yang terjadi..” Inilah yang barangkali menjadi titik balik dari semangat menulisku. Karena sebelumnya aku pernah punya pengalaman tidak mengenakkan, ketika postinganku di blog pribadi dibajak orang lain. Peristiwa itu sempat membuat semangat menulisku menurun. Tapi semangat dan motivasi bu Niken Satyawati mampu menghidupkan lagi api semangatku kembali menyala.

bu niken

Dari MAN 1 Surakarta untuk Rohingya

28 Mei 2015
11329999_10200612334707772_6645670520136915062_n

Menanamkan nilai-nilai kemanusiaan kepada siswa bisa dilakukan dengan banyak cara. Selain memberikan pemahaman tentang pentingnya semangat berbagi, juga bisa dilakukan dengan melakukan aksi nyata. Itulah yang dilakukan oleh siswa/siswi MAN 1 Surakarta. Mereka mengadakan kegiatan penggalangan dana untuk pengungsi Rohingya. Derita yang dialami oleh muslim Rohingya di Myanmar yang mengalami pengusiran dari tanah airnya karena masalah keyakinan, telah menjadi isu global yang cepat menyebar dan menimbulkan keprihatinan dunia. Penderitaan mereka yang banyak diliput oleh seluruh media baik cetak maupun elektronik, melahirkan rasa solidaritas yang sangat besar. Siswa/siswi MAN 1 Surakarta sebagai bagian kecil dari warga  dunia merasa terpanggil untuk ikut meringankan penderitaan dan beban para korban.

11350414_10200612336547818_8716052000965139401_n

Berangkat dari keprihatinan yang mendalam terhadap penderitaan muslim Rohingya, siswa/siswi MAN 1 Surakarta mengadakan aksi penggalangan dana pada 26 Mei 2015. Aksi yang diikuti oleh seluruh siswa/siswi beserta guru-guru tersebut dilaksanakan saat jam istirahat. Aksi ini dilakukan secara spontan. Secara sukarela mereka merogoh dari kantongnya masing-masing dan menyisihkan sebagian uang saku yang mereka miliki, 1000, 2000, 5000 atau seberapa pun uang yang mereka miliki dimasukkan ke dalam tampah (tempat untuk mengolah beras di Jawa). Dari aksi yang hanya berlangsung selama 15 menit tersebut alhamdulillah berhasil terkumpul Rp 1.020.800. Jumlah yang masih relatif kecil untuk bisa membantu saudara muslim Rohingya. Namun semangat berbagi itulah yang ingin disampaikan kepada dunia. Semangat untuk membantu saudaranya yang sedang tertimpa musibah.

11264990_10200612334027755_7737122602541972301_n

11377119_10200612336267811_4274905435804809045_n

11220120_10200612332747723_85932127738823442_n

11329999_10200612334707772_6645670520136915062_n

Jumlah uang yang berhasil dikumpulkan masih belum seberapa dengan penderitaan muslim Rohingya.  Semoga bantuan kecil dari siswa/siswi MAN 1 Surakarta bisa sedikit meringankan beban dan penderitaan saudara muslim Rohingya. Untuk selanjutnya bantuan yang telah terkumpul akan disalurkan melalui lembaga kemanusiaan yang kompeten.

Belajar Sejarah ? Main Card Sort Yukkk…

28 Mei 2015

Merencanakan pembelajaran sejarah yang bisa membangkitkan dan melibatkan siswa dalam pembelajaran merupakan impianku setiap kali masuk ke kelas. Bagaimana siswa/siswiku bisa terlibat aktif dalam pembelajaran dan tidak ada yang melakukan aktivitas lain selain belajar sejarah. Karena itu sebagai seorang guru mesti pandai-pandai dalam menyusun skenario pembelajaran yang tepat dan efektif. Apalagi pembelajaran sejarah yang identik dengan pembelajaran yang membuat mengantuk (apalagi di jam-jam terakhir), membosankan karena hanya cerita ( kalau siswaku bilang seperti tukang jualan obat), dan komentar-komentar lain yang intinya bahwa sejarah itu kurang mengasyikkan. Bagaiman membuat mereka bisa berubah paradigma berfikirnya tentang pelajaran sejarah, yang jika bisa diikuti siswa dengan sebaik-baiknya, maka banyak pelajaran yang bisa mereka ambil.

Model pembelajaran apa yang sekiranya cocok untuk mengajar sejarah ( selain metode ceramah tentunya). Maka saya mulai mencari informasi di internet tentang macam-macam model pembelajaran yang sekiranya bisa saya terapkan di pembelajaran sejarah. Banyak memang model-model pembelajaran yang bisa diambil untuk diterapkan di pembelajaran sejarah. Namun semuanya kembali pada kondisi siswa masing-masing. Karena tidak semua model pembelajaran cocok untuk semua situasi pembelajaran yang berbeda lingkungannya. Harus bisa melihat input dari siswanya jika ingin menerapkan satu model pembelajaran tertentu. Setelah banyak referensi maka jatuhlah model pembelajaran yang saya pandang pas dan cocok untuk siswa di sekolah tempat saya mengajar. Model pembelajaran yang insya Allah bisa melibatkan seluruh siswa dalam proses pembelajaran. Modelnya berupa permainan yang disebut dengan Card Sort ( Mengurutkan Kartu).  Apa dan bagaimana permainan Card Sort tersebut ?

SAM_3735

Ide awal dari permainan ini adalah siswa diminta mengurutkan sejumlah kartu yang telah dibagikan kepada seluruh siswa. Kartu-kartu yang telah dibagikan tersebut merupakan penjelasan atau uraian dariTema Besar yang telah ditentukan sebelumnya. Tema Besar disini bisa berupa sub pokok bahasan yang telah dibahas sebelumnya sehingga siswa akan lebih mudah untuk mengerjakannya. Oya untuk melaksanakan permainan ini saya mengajak siswa/siswiku di kelas XI IPA 1 – XI IPA 3 program Boarding School MAN 1 Surakarta. Kebetulan mereka adalah salah satu program unggulan di MAN 1 Surakarta.

Hari senin 11 Mei 2015 adalah hari pertama saya melaksanakan permainan ini di kelas XI IPA 3. Jujur baru kali ini permainan ini saya laksanakan sehingga bagaimana nanti hasilnya juga belum tahu. Selain itu siswa/siswiku juga belum saya beritahu tentang permainan ini. Biar surprise gitu dech…dan ternyata mereka memang surprise. Karena pembelajaran yang sebelumnya menggunakan media pembelajaran Powerpoint, di hari itu mereka saya ajak bermain-main. Apalagi saat saya berkata:

” Anak-anak, hari ini kita akan bermain-main, mau ???

serentak mereka menjawab ” mauuuuu !”

11141347_10200582086231579_7187562012019872094_n

Setelah itu saya jelaskan tentang permainan mengurutkan kartu kepada mereka. Tampak wajah-wajah mereka menyimak dengan seksama penjelasanku. Terlihat jelas wajah-wajah penasaran seperti apakah permainan yang akan mereka lakukan nanti. Selanjutnya saya bagikan kertas-kertas sejumlah siswa di kelas XI IPA 3 yang selanjutnya mereka mengurutkan sesuai tema besar yang telah saya tulis di papan tulis. Tema besar yang saya tulis adalah tentang :

1. Orde Baru

2. G 30 S/PKI

3. Lahirnya Orde Baru

4. Repelita

SAM_3742

SAM_3743

SAM_3745

SAM_3750

SAM_3755

Tugas mereka adalah mengurutkan kertas yang mereka pegang sesuai dengan tema yang ditentukan. Di sinilah “kepanikan” mulai terjadi karena saya memberikan batas waktu 5 menit sudah harus selesai. Sebenarnya ini hanya trik agar permainannya lebih menegangkan dan siswa terpacu untuk segera menyelesaikan. Tepat di waktu yang ditentukan akhirnya tersusunlah kalimat-kalimat itu yang selanjutnya saya bersama siswa/siswi mencocokkan apakah urutannya sudah benar. Ternyata banyak siswa yang memberikan masukan tentang urutan yang benar. Posisi saya hanya sebagai fasilitator saja. Inilah yang saya inginkan. Siswa bisa terlibat secara penuh dalam pembelajaran dan aktif. Semuanya benar-benar terlibat. Dan menurut saya “percobaan” permainan yang baru pertama kali kulaksanakan ini BERHASIL !!!!

Di hari berikutnya, selasa 12 Mei 2015 permainan yang sama saya laksanakan di kelas XI IPA 2 dan XI IPA 1. Sama di kelas sebelumnya antusiasme siswa sangat luarr biasa dan yang penting siswa bisa fun dan terlibat secara penuh dalam pembelajaran sejarah.

Belajar Sejarah Sambil Membuat Film ? Kenapa Tidak !

20 Mei 2015

Pembelajaran sejarah selama ini identik dengan pelajaran yang mengedepankan aspek kognitif dan afektif. Jarang sekali guru sejarah menggunakan pendekatan psikomotor. Padahal pelajaran sejarah bisa juga dikemas dengan menggunakan aspek psikomotor. Inilah yang telah aku jalankan bersama siswa/siswiku kelas XII  IPS 2 MAN 1 Surakarta. Untuk diketahui mereka adalah kelas program workshop (ketrampilan) dimana selain mengikuti pembelajaran reguler pagi, mereka juga mengikuti pembelajaran sore yang bentuknya berupa pelajaran ketrampilan. Karena siswa/siswi ini adalah anak-anak yang “istimewa” maka dalam pembelajaran sejarah perlu juga menggunakan pendekatan yang “istimewa”. Dalam hal ini kutawarkan kepada mereka untuk membuat film pendek sejarah. Kebetulan saat itu materi yang kusampaikan adalah materi tentang Peristiwa Seputar Proklamasi kelas XII IPS semester gasal. Aku berikan tantangan kepada mereka membuat film pendek tentang peristiwa seputar proklamasi. Jika selama ini siswa hanya mendengar dan mencatat apa yang kusampaikan, maka saatnya mereka juga memvisualkan materi yang dipelajarinya.

workshop25

Salah satu adegan film pendek

Tugas ini telah kusiapkan jauh-jauh hari sebelumnya. Sebenarnya sudah sejak lama rencana ini dibuat namun ternyata baru terlaksana pada kelas XII IPS 2 ini. Idenya sebenarnya sangat sederhana yaitu bagaimana agar siswa dapat memahami materi lebih mendalam maka mereka harus “mengalami” proses dalam peristiwa itu. Dalam hal ini mereka “mengalami” proses peristiwa seputar proklamasi, mulai dari persiapan, pelaksanaan dan akhir dari peristiwa proklamasi. Nah, agar bisa “mengalami” mereka kutugaskan membuat film pendek.

Bagaimanakah langkah-langkah dalam memberikan tugas ini ? Dalam kesempatan ini aku melakukan empat langkah antara lain :

Menyusun tema film pendek.

Dalam kesempatan ini tema yang kuambil adalah tentang peristiwa seputar proklamasi. Ini adalah  materi kelas XII IPS semester gasal. Cakupan materi ini sangat luas dan kompleks. Sehingga dengan memberikan tugas membuat film pendek ini aku berharap siswa bisa lebih mendalami sekaligus memahami materi.

Membentuk kelompok.

Kelompok yang terlibat dalam tugas ini sebanyak dua kelompok dengan masing-masing beranggotakan 15 dan 16 orang. Masing-masing kelompok menunjuk pemeran yang akan ditampilkan dalam fim pendek. Ada yang berperan sebagai Soekarno, Moh. Hatta, Ahmad Subarjo, Laksamana Maeda dan tokoh yang lain.

Membuat Naskah Film Pendek.

Pada bagian ini siswa aku berikan kebebasan dan keleluasaan dalam membuat naskah. Yang aku berikan hanyalah garis besar dari materi peristiwa seputar proklamasi tersebut.  Garis besar naskah film pendek yang kubuat kira-kira seperti ini

0001

Garis besar naskah film pendek

Selanjutnya siswa mengembangkan sendiri sesuai dengan kreativitas masing-masing. Sehingga kedua kelompok akan menampilkan film yang berbeda bentuknya dari satu tema yang sama

Pembuatan Film Pendek.

Waktu yang kuberikan pada siswaku dalam mengerjakan tugas ini adalah 1 bulan. Mereka diberikan kesempatan yang sangat luas untuk memilih lokasi, peralatan yang dibutuhkan atau segala hal yang berhubungan dengan pembuatan film pendek.

XII IPS 2.15

Siswa/siswiku saat proses pembuatan film pendek

Setelah diberikan penjelasan yang lengkap seputar tugas ini maka selanjutnya mereka mulai mengerjakan.  Selaku guru pengampu sejarah kubertugas mendampingi jika ada kesulitan dan masalah yang timbul selama proses pembuatan film. Biasanya siswa bertanya tentang urutan peristiwa yang harus ditampilkan. Namun untuk segi teknisnya semua diserahkan pada siswa.

XII IPS 2.22

Salah satu adegan dalam film pendek

Agar memiliki kesan yang mendalam pada siswa dan menumbuhkan semangat berkompetisi maka kubuat semacam kompetisi pembuatan film pendek dan yang terbaik akan mendapatkan reward. Untuk penilainya aku libatkan siswa dari kelas yang lain ( kelas XII IPS 1, IPS 3, IPS 4 dan IPS 5). Mereka aku minta bantuan menilai tugas film pendek dengan kriteria penilaian yang sudah aku tentukan di antaranya adalah tampilan film, urutan peristiwa, efek film ( berupa suara, lighting, Kostum, dan lain-lain ). Agar lebih menarik lagi di akhir kegiatan akan dipilih pemain pemeran terbaik putra dan putri.

1499474_4856848716042_5662330946188527211_n

Bersama pemeran terbaik putra dan putri

Di waktu yang telah di tentukan masing-masing kelompok mengumpulkan hasil film pendek yang telah dibuat. Selanjutnya film yang telah selesai itu kuputar film tersebut di kelas – kelas yang lain untuk dinilai. Aku menginginkan agar tugas ini melibatkan banyak pihak, terutama dalam aspek penilaian. Sehingga diharapkan hasilnya akan lebih bermakna. Belajar sejarah sambil memberikan pendidikan life skill berupa membuat film pendek ternyata membawa dampak yang luar biasa bagi mereka, terutama dalam pemahaman materi. Hal ini bisa dilihat dari hasil ulangan yang rata-rata mendapatkan nilai yang sempurna. Sehingga tujuanku agar siswa bisa lebih memahami dan menguasai materi dengan cara mengalami dan memvisualkan peristiwa sudah tercapai. Semoga pengalaman ini bisa membekas di hati siswa-siswaku.

Nah ingin tahu film pendek hasil produksi siswa/siswiku ? Silahkan lihat di bawah ini

NB: Artikel ini adalah salah satu artikel yang kuikutkan di lomba Blogger Guru

Berbagi Pengalaman Mengajar Sejarah di Lomba Blogger Guru 2015

20 Mei 2015

guru blogger

Menulis adalah bagian yang tidak pernah lepas dari keseharianku. Dari kesenangan mengolah kata demi kata hingga membentuk sebuah kalimat yang bermakna, telah membawaku ke dalam perjalanan yang tak pernah aku duga sebelumnya. Pengalaman yang sangat berharga untuk diriku sendiri dan juga orang lain. Ya…lomba blogger guru dalam rangka hari pendidikan 2015 yang diadakan oleh Acer Indonesia bersama Guraru (Guru Era Baru). Lalu apa yang harus aku tulis ? Pertanyaan yang langsung muncul ketika melihat tema tulisan yang boleh dikirim dalam lomba ini. Jadi lomba blogger ini menyediakan dua tema yang bisa dipilih peserta yaitu :

1. Pengalaman paling menyenangkan selama menjadi guru

2. Pengalaman menyenangkan mengadakan pembelajaran di luar kelas

Dari dua tema tersebut peserta bisa mengirimkan artikel sebanyak-banyaknya. Nah…karena kebetulan pernah punya pengalaman ( yang cukup banyak menurut ukuranku) dalam kedua tema tersebut, maka aku mengirimkan 11 artikel, campuran antara kedua tema tersebut. Namun yang paling banyak adalah tema kedua.

Segera aku mengirimkan ke laman guraru.org artikel-artikel yang menurutku layak dan pantas aku ajukan dalam lomba ini. Karena aku seorang guru sejarah, maka artikel yang kukirimkan juga tidak lepas dengan sejarah terutama pengalaman dalam pembelajaran sejarah.

Pembelajaran yang aku share dalam lomba ini tentu saja pembelajaran yang kreatif dan inovatif. Kesemuanya alhamdulillah telah aku jalankan bersama siswa/siswiku di MAN 1 Surakarta. Diantara artikel yang aku kirimkan antara lain :

1. http://guraru.org/gur…/dari-blogger-datanglah-guest-teacher/

2. http://guraru.org/…/asyiknya-setengah-hari-menjadi-mahasis…/

3. http://guraru.org/guru-berbagi/ayo-berkreasi-dengan-sampah/

4. http://guraru.org/guru-berbagi/who-wants-to-be-a-teacher/

5. http://guraru.org/…/belajar-sejarah-sambil-bermain-film-ke…/

6. http://guraru.org/…/pembelajaran-kolaboratif-di-situs-purb…/

7. http://guraru.org/…/belajar-sejarah-lebih-asyik-dengan-ber…/

8. http://guraru.org/…/menulislah-setiap-hari-dan-buktikan-ap…/

9. http://guraru.org/…/ternyata-koran-bekas-pun-bisa-jadi-med…/

10. http://guraru.org/…/dari-powerpoint-jadilah-usaha-yang-men…/

11. http://guraru.org/…/surat-cinta-seorang-guru-untukmu-putih…/

Aku berharap besar bisa sukses dalam lomba ini. Jikalau belum sukses pun bukan masalah buatku. Yang penting aku bisa berbagi pengalaman dalam mengajar sejarah, salah satu pelajaran yang menurut banyak siswa pelajaran yang membosankan. Namun dari artikel-artikel  yang telah kukirimkan aku membuktikan bahwa dengan pengelolaan pembelajaran yang inovatif, maka pembelajaran sejarah akan bisa mengasyikkan buat siswa.

C360_2015-03-14-19-31-34-304

Salam historia buat rekan-rekan guru semua

do’akan biar saya bisa sukses dalam lomba ini

Info lebih lanjut tentang lomba blogger guru bisa dilihat di sini.

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.