Skip to content

UJIAN NASIONAL SEBENTAR LAGI, BAGAIMANA DENGAN SEJARAH???

29 Februari 2008

Tidak lama lagi gelaran ujian nasional (UN) segera digelar, tepat pada bulan April 2009. Gelaran rutin setiaptahun ajaran ini akan menentukan keberhasilan siswa belajar di bangku sekolah menengah setelah 3 tahun menuntut ilmu. Sebagai sebuah agenda tahunan, menjelang datangnya UN banyak yang mempersiapkan diri untuk menyambutnya dan kaya’nya UN seperti tamu agung yang harus disambut dengan berbagai persiapan. Mulai dari sekolah, guru, dan siswa sama-sama berusaha untuk menyambut ” tamu agung ” itu dengan berbagai persiapan.
Bagi sekolah, datangnya UN berarti bagaimana membuat perencanaan agar siswa/siswinya bisa lulus 100% karena dalam pandangan masyarakat kita, keberhasilan suatu sekolah dilihat dari berapa jumlah siswanya yang lulus UN. Hal ini kemudian mendorong sekolah-sekolah untuk menempuh berbagai cara untuk “mensukseskan” perhelatan UN tersebut. Dari mulai membentuk Tim Sukses UN, menambah jam pelajaran yang di-UN-kan hingga mengadakan try out-try out bagi siswa kelas XII. Hal ini sah-sah saja sepanjang masih dalam koridor yang di perbolehkan.
Bagi guru, datangnya UN berarti bagaimana dia harus menyelesaikan materinya, khususnya bagi mapel yang di UN-kan, agar saat UN digelar semua materi sudah tersampaikan kepada siswa. Selain itu juga memberikan drill soal, pengayaan hingga try out sendiri untuk mapel yang di UN-kan.
Bagi siswa, datangnya UN berarti harus mempelajari semua mapel yang di UN-kan dari kelas X sampai XII, karena dalam pandangan siswa, bila semua materi tidak dipelajari lagi, maka akan mengganggu saat mengerjakan soal UN. Datangnya UN juga berarti dia harus “ngelembur” semalam suntuk untuk belajar. Pokoknya semua hal yang bisa ditempuh untuk menentukan kelulusan akan ditempuh ( asal tidak ke Dukun aja yach, he…he…he).
Lalu bagaimana dengan mapel yang tidak di UN-kan termasuk sejarah ?? Apa guru-guru sejarah bisa bersikap santai karena tidak di UN-kan ?? Satu hal yang perlu disampaikan disini, tahun 2008 jumlah mapel yang diujikan , baik IPA, IPS dan Bahasa bertambah. Untuk program IPA mapel yang diujikan antara lain : Matematika, Kimia, Biologi, Fisika, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Inggris
Program IPS yang diujikan antara lain Matematika, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Ekonomi, Sosiologi, dan Geografi
Program Bahasa yang diujikan antara lain : Bahasa Inggris, Bahasa Indonesia, Bahasa Asing, Matematika, Antropologi
Bagi kita selaku guru sejarah disatu sisi kita merasa ringan karena tidak termasuk yang diujikan, namun disisi lain kalau kita mau jujur, sejarah kayak’nya sudah tidak dianggap penting sehingga tidak perlu diujikan. Bagi kita ini merupakan sebuah kemunduran, mengapa sejarah tidak diujikan. Bahkan di kelas IPA sejarah dihapuskan ! Apakah wacana penggabungan sejarah dengan Kewarganegaraan yang dulu pernah penulis dengan benar-benar akan terjadi !? Yach, kita tunggu saja tapi yang penting bagaimana sekarang kita mempersiapakn diri menghadapi UN yang akan datang sehingga nilai sejarah bisa sempurna semua. Makanya selaku guru sejarah, kita jangan berkecil hari karena tidak di UN-kan justru marilah kita semangat untuk menunjukkan bahwa sejarah pantas untuk diujikan. Dan buat teman-teman seperjuangan semua, marilah kita terus istiqomah dalam tugas kita selaku guru sejarah dan jangan sampai penanaman nilai-nilai sejarah kepada siswa luntur karena dengan mempelajari sejarah kita akan menjadi manusia yang bijaksana. Amien.

No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: