Skip to content

SEPUTAR KONFLIK PALESTINA-ISRAEL

1 Februari 2009

Sejarah Proses “Pencaplokan” Tanah Al Quds

Agama Yahudi, Kristen dan Islam sama-sama memiliki dan berkeyakinan bahwa Yerusallem merupakan tanah suci dan disucikan oleh Tuhan/Allah. Maka, selama berabad-abad, tanah suci ini menjadi rebutan oleh penguasa/kerajaan di masa lalu. Puluhan juta orang telah tewas akibat ingin menguasai tanah yang dijanjikan oleh Sang Penguasa.

Berjuta-juta jiwa manusia dan berton-ton darah mengalir deras mengisi tanah suci ‘3 agama’ ini. Aroma dan energi peperangan ‘menghantui’ ‘the holy land’ hingga saat ini.

Secara geografis, lebih 70% wilayah perbatasan Israel ‘dikepung’ oleh Mesir (Egypt), Yordania (Jordan), Libanon (Lebanon), Syria, dan Palestina. Sedangkan Arab Saudi berbatasan dengan Semenanjung Sinai, Israel Selatan. Meskipun dikelilingi oleh negara-negara Arab, Israel sukses memenangi perang melawan negara-negara Arab pada tahun 1947 dan perang enam hari 1967. Sekuat itukah militer Israel sehingga dapat mengalahkan pasukan Muslim di Arab??

HAMAS, Pelindung Tanah Al Quds

top_r1_c1

Hamas, akronim dari Harakat al-Muqawwamatul Islamiyyah (bahasa Arab:حركة المقاومة الاسلامية , secara harfiah “Gerakan Perlawanan Islam” dan kata Arab untuk ‘ketekunan’), adalah sebuah gerakan dan partai politikPalestina berhaluan Islamis yang dibentuk pada tahun 1987 untuk melakukan perlawanan terhadap pendudukan Israel di Palestina. Pada tahun 2006, partai ini memenangkan pemilu parlemen Palestina. Sejak awal Februari 2007, kelompok ini terlibat konflik dengan kelompok Fatah akibat kekalahan kelompok Fatah di pemilu parlemen 2006.selain partai politik, HAMAS juga merupakan lembaga sosial(firqah ijtima’iyyah)

Sejarah

Syekh Ahmad Yassin, seorang guru kelahiran 1 Januari 1929, yang mencatatkan organisasi Mujama al-Islami Hamas ini secara legal di IsraelIkhwanul Muslimin yang didirikan Hasan al-Banna pada 1928 di Mesir. Pemerintah Israel kala itu justru menyokong Hamas, yang hanya berkutat di bidang sosial, moral, dan pendidikan. Tel Aviv juga memanfaatkan Hamas untuk menyaingi kepopuleran Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) yang dipimpin Yasser Arafat. pada 1978. Ia berpijak ke

Berkembang sebagai organisasi karitas, Hamas diam-diam juga berkembangsebagai organisasi bersenjata. Hal ini baru terkuak di akhir 1987. Yassin, alumnus Universitas Al-Azhar, Mesir, meluncurkan Harakat Muqawama al-Islamiya — disingkat Hamas —yang berarti Gerakan Perlawanan Islam.

Tujuan pendirian Hamas dicantumkan di antaranya: “mengibarkan panji-panji Allah di setiap inci bumi Palestina”. Dengan kata lain: melenyapkan bangsa Israel dari Palestina dan menggantinya dengan negara Islam. Hamas baru ini dibidani Yassin dan tujuh orang berpendidikan tinggi: Abdul Aziz al-Rantissi (dokter spesialis anak), Abdul Fatah Dukhan dan Muhammad Shamaa (keduanya guru), Isa Nashar dan Abu Marzuq (insinyur mesin), Syekh Salah Silada (dosen), dan Ibrahim al-Yazuri (farmakolog).

Peluncuran Hamas menemukan momentumnya dengan kebangkitan Intifadah I, yang bergolak di sepanjang Jalur Gaza. Anak-anak Palestina tak gentar melawan tentara Israel dengan batu-batu sekepalan tangan. Sejak itu, sayap-sayap militer Hamas beroperasi secara terbuka. Mereka meluncurkan sejumlah serangan balasan—termasuk bom bunuh diri—ke kubu Israel.

Pada Agustus 1993, Arafat duduk semeja dengan Perdana Menteri Israel Yitzhak Rabin. Hasilnya adalah Deklarasi Oslo. Rabin bersedia menarik pasukannya dari Tepi Barat dan Jalur Gaza serta memberi Arafat kesempatan menjalankan sebuah lembaga semiotonom yang bisa “memerintah” di kedua wilayah itu. Arafat “mengakui hak Negara Israel untuk eksis secara aman dan damai”. Hamas tidak menyetujui perjanjian ini.

Pada Januari 2006, Hamas melangkah ke arena politik formal. Secara mengejutkan, mendulang kemenangan—meraih 76 dari 132 kursi dalam pemilihan anggota parlemen Palestina. Hamas mengalahkan Fatah, partai berkuasa sebelum pemilu saat itu. Kabinet yang didominasi orang Hamas terbentuk.

ROKET HAMAS

roket-1

Salah satu senjata yang banyak diperbincangkan selama berlangsungnya serangan Israel di Jalur Gaza yang dimulai 27 Desember 2008 adalah roket Hamas. Roket-roket itu, menurut Israel, ditembakkan ke sejumlah kota di wilayahnya. Berbeda dengan Israel yang bisa mengerahkan persenjataan udara, laut dan darat yang berteknologi tinggi, roket bersama mortir itulah yang jadi tulang punggung persenjataan Hamas.

Sejak tahun 2008, pihak Hamas, seperti dicatat Israel, telah menembakkan 1.750 roket (dan 1.528 peluru mortir), 2 kali lebih banyak dibandingkan tahun 2007 dan 2006 serta 5 kali lebih banyak dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. (GlobalSecurity.org).

-Dengan roket itu pula Hamas bisa memberi ancaman lebih terhadap kota-kota Israel. Sebelum 2008, hanya kota Sderot (berpenduduk 20.000 jiwa) dan wilayah sekitar Jalur Gaza yang bisa menjadi sasaran roket. Namun, pada tahun 2008, pihak Hamas bisa menarget kota Ashkelon dan Netivot. Malah sejak Israel melancarkan agresi yang diberi nama sandi Operasi Cast Lead, Hamas bisa meluncurkan roket ke kota yang lebih jauh, seperti Ashdod dan Beersheba.

Kemajuan kemampuan jangkauan roket Hamas tersebut dibandingkan dengan peralatan militer Israel yang disokong penuh Amerika Serikat, tentu roket hamas belum setara ! Tetapi dalam banyak foto, kita sering melihat pejuang Hamas mengusung roketnya. Sebagian memang panjangnya hanya 80 cm sehingga cukup ditenteng.

Fox News (2-1-2009) memberitakan: “Serangan roket dari Gaza telah memaksa warga Israel untuk lari dalam jumlah yang makin banyak, meningkatkan keyakinan di kalangan pimpinan militer Israel bahwa misil Hamas bisa mengancam fasilitas nuklir paling rahasia bangsa Israel di Dimona.”

-Kalangan di Israel takut kalau roket Hamas dibiarkan, hanya tinggal soal waktu sebelum instalasi nuklir di Dimona, yang terletak 32 kilometer di sebelah timur Beersheba, jatuh dalam sasaran roket Hamas.

-Dimona adalah satu-satunya reaktor nuklir Israel dan banyak diyakini, di sanalah Israel menyimpan sekitar 200 hulu ledak nuklirnya.

-Dari mana Hamas mendapatkan roketnya ? Sebelum ini, Iran banyak disebut sebagai pemasok roket Hamas. Kini, roket Hamas juga disebut buatan Cina.

-Jangkauan roket Hamas yang paling jauh sekitar 40 km. Banyak yang mengatakan , itu roket Grad. Ini nama Rusia atau “Katyusha yang ditingkatkan”. Namun, Israel meyakini, roket yang ditembakkan ke Ashdod harus punya jangkauan 2 kali lebih jauh daripada BM-21 Grad. Foto yang dibuat atas roket yang jatuh di dekat Ashdod memperlihatkan bahwa itu roket 122-mm, berarti juga bukan roket buatan Iran, apakah itu Oghab yang berjangkauan 34-45km atau Fajr/Ra’ad dengan jangkauan 45 km.

Dugaan pun lalu mengarah pada roket buatan China yang bernama WeiShe (yang secara harfiah berarti “Pengawal”). Keluarga roket WS yang berjenis sistem peluncur banyak (multiple launch rocket system) ini dikembangkan oleh Sichuan Aerospace Industry Corporation di Chengdu, Provinsi Sichuan, China. Seri roket WeiShi ini termasuk WS-1E 122-mm dengan jangkauan 40 km. Adapun roket Grad, Israel mengetahuinya dari roket yang ditembakkan ke Ashkelon.

Roket Qassam

Dari jenis-jenis roket Hamas, yang paling banyak selain Grad dan WeiShi adalah roket Qassam yang jangkaunnya lebih pendek. Roket ini mulai diproduksi September 2001, menuyusul pecahnya intifada Al Aqsha.

qassam

Roket yang namanya diambil dari pejuang asal Suriah yang melawan kekuasaan kolonial Eropa di Timur Tengah pada tahun 1920-an dan 1930-an ini berbentuk silindris, dengan selongsongan besi. Roket ini tidak dilengkapi sistem pengarah dan tidak akurat, tetapi ketika mulai dipergunakan untuk menyerang wilayah Israel, Maret 2002, ia menciptakan efek psikologis besar. Ini karena sebelum hadirnya Qassam, pejuang Paletina tidak punya alat untuk melakukan serangan jarak jauh.

-Karena ukuran yang kecil sehingga mudah dibawa dan peluncurannya simpel, Israel kesulitan menghentikan produksinya.

Kini dilaporkan sudah ada Qassam-4 yang punya jangakauan 17 km.

Menanggapi serangan roket Qassam, Israel telah sering melancarkan serangan ke pabrik pembuatan dan tempat-tempat peluncuran di Jalur Gaza, juga memasang sistem radar pemberi peringatan dini untuk memberi tahu warganya agar bersenbunyi di tempat perlindungan bom.

Hamas dengan roket-roket yang belum akurat, tetapi jangkauannya makin jauh telah membuat Israel cemas dan kini Israel mengerahkan kekuatannya untuk membungkam roket-roket itu sebelum jangkauan mereka semakin mengancam Dimona (lokasi reaktor nuklir Israel) atau kota-kota besar Israel lainnya.

(Sumber: dicuplik dan diedit dari artikel berjudul “pesan dari Roket Hamas” oleh Ninok Leksono, harian Kompas, 14-1-2009).

qassam

qassam-launch

Peluncuran Qassam

grad-katyusha

mortar

MORTIR

hamas

anti-tank

Peluncur granat

peta-1

peta-2

israel-1israel-2israel-3israel-4

Roket Hamas menghantam wilayah Israel

peta-3

kekuatan


No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: