Skip to content

MORE ABOUT MGMP SEJARAH ?

Sekretariat MGMP SEJARAH MA :
MAN 1 Surakarta Jl. Sumpah Pemuda 25 Surakarta 57136 e-mail : mgmpsejarah@yahoo.com
Kami terbuka untuk silaturahmi bagi rekan-rekan guru sejarah di seluruh Indonesia

Pelatihan Membuat Blog MGMP Sejarah

12 Januari 2013

Dalam upaya meningkatkan kualitas pembelajaran khususnya dengan memanfaatkan media IT, MGMP Sejarah Karesidenan Surakarta mengadakan pelatihan membuat blog yang diselenggarakan di MA Assalam Kartasura 12 Januari 2013. Kegiatan ini diadakan sebagai persiapan menghadapi penerapan kurikulum 2013 ( yang dalam proses uji publik), dimana salah satu unsurnya adalah semua mata pelajaran harus berbentuk media IT. Acara yang dibuka pukul 09.00 oleh Kepala MA Assalam ini, diikuti oleh 30 guru-guru sejarah se karesdienan Surakarta. Sebagai pembicara adalah Rusdi Mustapa, S.Pd ( Guru MAN 1 Surakarta) yang telah menggunakan media IT dalam pembelajaran sejarah dan berkecimpung di dunia IT selama 5 tahun. Dalam kegiatan ini peserta di tuntun untuk bisa membuat blog dari awal sampai memiliki blog sendiri sedngkan untuk pengembangan diserahkan kepada masing-masing guru. Semoga dengan kegiatan ini dapat meningkatkan kualitas pembelajaran sejarah khususnya bagi guru-guru sejarah MA Karesdienan Surakarta.

SAM_5796 SAM_5795 SAM_5816 SAM_5815 SAM_5814 SAM_5813 SAM_5811 SAM_5810 SAM_5809 SAM_5808 SAM_5807 SAM_5806 SAM_5805 SAM_5804 SAM_5803

Pembelajaran Sejarah Sambil Peduli Lingkungan….

13 November 2012

Pendidikan lingkungan Hidup (environmental education – EE) adalah suatu proses untuk membangun populasi manusia di dunia yang sadar dan peduli terhadap lingkungan total (keseluruhan) dan segala masalah yang berkaitan dengannya, dan masyarakat yang memiliki pengetahuan, ketrampilan, sikap dan tingkah laku, motivasi serta komitmen untuk bekerja sama , baik secara individu maupun secara kolektif , untuk dapat memecahkan berbagai masalah lingkungan saat ini, dan mencegah timbulnya masalah baru [UN – Tbilisi, Georgia – USSR (1977) dalam Unesco, (1978)].

Pendidikan tentang lingkungan (enviromental-education) saat ini telah mulai diterapkan di segala bidang. Apa inti dari konsep ini ? Pendidikan diharapkan tidak hanya menekankan pada tiga aspek yang selama ini kita kenal, afektif, kognitif, dan psikomotor, namun juga mulai merambah pada aspek lingkungan. Idenya adalah bagaimana dalam pembelajaran kita bisa menyisipkan pesan-pesan tentang peduli lingkungan kepada siswa,  agar mereka nanti tidak hanya cerdas secara pengetahuan namun juga cerdas secara sikap, khususnya terhadap lingkungan.

Manusia terdiri atas pikiran dan rasa dimana keduanya harus digunakan. Rasa menjadi penting digerakkan terlebih dahulu, karena seringkali dilupakan. Bagaimana memulai pendidikan lingkungan hidup? Pendidikan Lingkungan Hidup harus dimulai dari HATI. Tanpa sikap mental yang tepat, semua pengetahuan dan keterampilan yang diberikan hanya akan menjadi sampah semata.

Untuk membangkitkan kesadaran manusia terhadap lingkungan hidup di sekitarnya, proses yang paling penting dan harus dilakukan adalah dengan menyentuh hati. Jika proses penyadaran telah terjadi dan perubahan sikap dan pola pikir terhadap lingkungan telah terjadi, maka dapat dilakukan peningkatan pengetahuan dan pemahaman mengenai lingkungan hidup, serta peningkatan keterampilan dalam mengelola lingkungan hidup

ENVIRONMENTAL-EDUCATION UNTUK SEJARAH ?

Bagaimanakah penerapan konsep enviromental-education dalam pelajaran sejarah ? Dalam kesempatan ini, saya akan berbagi pengalaman tentang pembelajaran sejarah yang dikombinasikan dengan pendidikan lingkungan dalam bentuk yang sederhana. Konsepnya adalah bagaimana siswa bisa memanfaatkan sampah-sampah yang ada di sekolah untuk bisa diolah dan dibuat menjadi media belajar sejarah yang murah, meriah, inovatif, dan edukatif. Dalam kesempatan ini, saya memberikan tugas kepada siswa untuk membuat PAPAN DISPLAY SEJARAH yang memuat info/materi sejarah, dalam hal ini materi KERAJAAN HINDU-BUDHA DI INDONESIA kelas XI IPA Semester gasal, dengan memanfaatkan kardus-kardus bekas yang banyak terdapat di sekolah. Kelas yang saya libatkan dalam kegiatan ini adalah Kelas XI IPA 2 Program Boarding School MAN 1 Surakarta.

Tugas dikerjakan secara berkelompok dengan masing-masing kelompok berjumlah 5 orang ( atau menyesuaikan). Mereka wajib membuat model atau konsep PAPAN DISPLAY dengan memanfaatkan kardus-kardus bekas yang telah di dapatkan. Pada akhir kegiatan, semua hasil kegiatan akan di DISPLAY/ DIPAMERKAN di halaman sekolah. Kenapa di halaman sekolah ? Saya mengharapkan agar siswa semakain sadar bahwa tidak selamanya sampah-sampah yang ada di lingkungan, yang selama ini hanya sekedar dibuang atau dibakar, ternyata bisa dimanfaatkan menjadi barang yang lebih berguna. Selain itu untuk lebih menambah antusiasme siswa terhadap pelajaran sejarah yang selama ini identik dengan pelajaran hafalan dan membosankan.

Mediaku Peringkat 5 Jawa Tengah

12 November 2012

Tiada kata yang pantas kuucapkan selain ucapan alhamdulillah kepada Allah SWT atas segala limpahan rahmatNYA, sehingga aku bisa menempati peringkat 5 dalam lomba Media Pembelajaran Interaktif (MPI) jenjang SMA/MA yang diselenggarakan oleh BPTIKP Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah. Ini aku ketahui setelah membuka website Panitia Lomba MPI di www.lomba.bptikp-jateng.net, saat aku klik bagian “Peringkat Lomba MPI Jenjang SMA”, ternyata namaku Rusdi Mustapa, S.Pd, muncul di peringkat 5. Kejutan yang tak terduga mengingat banyak peserta yang medianya lebih bagus dariku. Lomba yang diadakan dari tanggal 4 – 5 Oktober 2012 ini, diikuti oleh 23 guru jenjang SMA/MA se Jawa Tengah. Ini adalah kali pertama aku mengikuti lomba ini. Sejak awal tidak ada target yang aku pasang, lebih banyak ingin mencari pengalaman dan belajar dari peserta lain. Sebenarnya aku juga mengikuti lomba pengayaan sumber belajar Blog Guru, namun belum lolos. Berikut daftar peringkat Lomba Pengayaan Sumber Belajar MPI Jenjang SMA/MA 2012:

Dua hari mengikuti lomba memberiku banyak wawasan baru terutama dalam hal menyusun media pembelajaran interaktif. Banyak peserta yang menampilkan media yang luar biasa bagus ( menurut aku lho). Bahkan saat presentasi pun aku juga nothing to lose saja. Saat ditanya oleh dewan juri yang memang sangat qualified karena juri nasional di bidang TIK, aku jawab saja dengan jawaban-jawaban yang malah membuat peserta lain tertawa karena barangkali jawabanku lucu, ndak mutu atau apa aku tidak tahu. Apalagi saat ditanya ke hal-hal teknis, aku lebih banyak menjawab dengan bahasa yang polos. Namun ternyata itu malah membuat dewan juri terkesan dengan jawabanku dan akhirnya aku menempati peringkat 5. Pertimbangan dari dewan juri bagaimana sehingga aku menempati peringkat 5, namun hal ini memberiku semangat dan motivasi lebih untuk bisa ikut di lomba tahun berikutnya yang tentu saja dengan memperbaiki medianya sesuai masukan-masukan dari dewan juri. Semoga prestasi yang luar biasa ini akan selalu meningkat untuk waktu akan datang.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Rapat Perdana Pengurus MGMP Sejarah

16 September 2012

Setelah terbentuknya kepengurusan baru MGMP Sejarah Karesidenan Surakarta periode 2012/2014, agenda pertama yang dilaksanakan pengurus baru adalah mengadakan rapat rutin  setiap awal semester dan akhir semester. Untuk rapat awal semester telah dilaksanakan pada tanggal 15 September 2012 bertempat di MAN 1 Surakarta. Dalam rapat yang dihadiri oleh semua pengurus baru beserta anggota MGMP Sejarah Karesidenan Surakarta tersebut, agenda utama yang dibicarakan adalah penyampaikan program kerja pengurus periode 2012/2014. Rapat dipimpin oleh ketua MGMP Muhammad Ghufron, S.Pd yang memaparkan secara umum program-program kerja yang akan dilaksanakan. Pemaparan lebih rinci disampaikan oleh Suratno, S.Pd selaku sekretaris.

Dalam pemaparannya, Suratno, S.Pd memaparkan program kerja yang akan dilaksanakan, baik program jangkan pendek, menengah, dan panjang. Untuk program jangka pendek adalah mempersiapkan pembuatan soal semester gasal dengan menunjuk petugas pembuatnya. Selanjutnya juga dipaparkan tentang rencana pendalaman materi sejarah di bulan Januari 2013 dengan obyek kunjungan ke Gedong Songo.

Pada kesempatan itu juga ada usulan agar diadakan pelatihan bagi anggota MGMP Sejarah, khususnya membuat blog sejarah. Kegiatan akan dilaksanakan pada akhir semester gasal bertempat di MA Assalam. Selain itu, juga akan diadakan kegiatan pelatihan ilmiah tentang UKG. Dalam kesempatan ini, juga disampaikan tentang alamat baru email MGMP yaitu mgmpsejarah@gmail.com yang bisa diakses oleh semua anggota dengan memasukkan password SURAKARTA, juga group facebook MGMP Sejarah di mgmpsejarahmasurakarta. Semoga dengan media ini bisa meningkatkan kualitas dari MGMP Sejarah Karesidenan Surakarta. VIVA Historia…

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Inilah Pengurus Baru MGMP 2012/2014

9 Mei 2012

Tidak terasa sudah 2 tahun kepengurusan MGMP Sejarah karesidenan Surakarta bekerja dan memberikan dharma bhaktinya buat kemajuan sejarah. Banyak lika-liku yang harus dihadapi, namun dengan keyakinan tinggi semua bisa diatasi bersama-sama. Di penghujung kepemimpinan MGMP Sejarah, telah diadakan pemilihan pengurus baru yang dibarengkan dengan kegiatan Pendalaman Materi sejarah di kota semarang. Kepada pengurus lama MGMP Sejarah 2010/2012, terima kasih atas segala dharma baktinya kepada sejarah, semoga apa yang telah dirintis dan dilakukan selama ini bisa diteruskan oleh kepengurusan baru 2012/2014. Dan kepada pengurus baru, selamat bekerja semoga semakin membawa MGMP sejarah lebih maju dan ditunggu gebrakan-gebrakan yang baru. Selamat bekerja !!!! Berikut susunan pengurus baru MGMP Sejarah Karesidenan Surakarta 2012/2014:

SUSUNAN PENGURUS BARU

MGMP SEJARAH KARESIDENAN SURAKARTA 2012/2014

KETUA                                  :

  1. Muhammad Ghufron, S.Pd ( MA Assalam Kartasura)
  2. Khomsiyatun, S.Pd ( MAN Karanganom, Klaten

SEKRTARIS                          :

  1. Suratno, S.Pd ( MAN Klaten)
  2. Mahmudah, S.Pd ( MAN 1 Surakarta

BENDAHARA                      :

  1. Suripni, S.Pd ( MAN 2 Boyolali)
  2. Istiqomah, S.Pd ( MAN Wonogiri)
  3. Fadjar Puji Nirmala, S.Pd ( MAN Klaten)

SEKSI BIDANG

a)        SOSIAL    :

  • Dra. Sri Susilowati ( MA Muhammadiyah Surakarta)
  • Dra. Sri Wahyuni ( MAN 3 Sragen)

b)       PENGEMBANGAN IPTEK      :

  • Rusdi Mustapa, S.Pd ( MAN 1 Surakarta)
  • Tatik Budi Raharti, S.Pd ( MAN 1 Surakarta)

c)       HUMAS                                      :

  • Dwi Retno Astutiningsih, S.Pd ( MAN Klaten)
  • Setyaningsih, S.Pd ( MAN Karanganom Klaten)

MGMP Gelar Ekspedisi Sejarah di Semarang

6 Mei 2012

Dalam upaya memperdalam materi sejarah, khususnya objek-objek sejarah di kota Semarang, tanggal 5 Mei 2012 kemarin bersama teman-teman guru sejarah se-karesidenan Surakarta yang tergabung dalam MGMP Sejarah, mengadakan kegiatan Ekspedisi Sejarah di Semarang dengan mengambil objek Kelenteng Sam Poo Kong ( Cheng Ho) dan gedung Lawang Sewu. Kegiatan ini dalam rangkaian pergantian kepengurusan MGMP Sejarah Karesidenan Surakarta  periode 2010/2012.

Objek pertama yang dikunjungi adalah Kelenteng Sam Poo Kong yang berada di utara Semarang. Pernah mendengar nama Laksamana Cheng Ho ? Menurut literatur, Cheng Ho adalah seorang kasim Muslim yang menjadi orang kepercayaan Kaisar Yongle dari Tiongkok (berkuasa tahun 1403-1424), kaisar ketiga dari Dinasti Ming. Nama aslinya adalah Ma He, juga dikenal dengan sebutan Ma Sanbao, berasal dari provinsi Yunnan. Ketika pasukan Ming menaklukkan Yunnan, Cheng Ho ditangkap dan kemudian dijadikan orang kasim. Ia adalah seorang bersuku Hui, suku bangsa yang secara fisik mirip dengan suku Han, namun beragama Islam.

Dalam Ming Shi (Sejarah Dinasti Ming) tak terdapat banyak keterangan yang menyinggung tentang asal-usul Cheng Ho. Cuma disebutkan bahwa dia berasal dari Provinsi Yunnan, dikenal sebagai kasim (abdi) San Bao. Nama itu dalam dialek Fujian biasa diucapkan San Po, Sam Poo, atau Sam Po. Sumber lain menyebutkan, Ma He (nama kecil Cheng Ho) yang lahir tahun Hong Wu ke-4 (1371 M) merupakan anak ke-2 pasangan Ma Hazhi dan Wen.

Saat Ma He berumur 12 tahun, Yunnan yang dikuasai Dinasti Yuan direbut oleh Dinasti Ming. Para pemuda ditawan, bahkan dikebiri, lalu dibawa ke Nanjing untuk dijadikan kasim istana. Tak terkecuali Cheng Ho yang diabdikan kepada Raja Zhu Di di istana Beiping (kini Beijing).
Di depan Zhu Di, kasim San Bao berhasil menunjukkan kehebatan dan keberaniannya. Misalnya saat memimpin anak buahnya dalam serangan militer melawan Kaisar Zhu Yunwen (Dinasti Ming). Abdi yang berpostur tinggi besar dan bermuka lebar ini tampak begitu gagah melibas lawan-lawannya. Akhirnya Zhu Di berhasil merebut tahta kaisar.
Ketika kaisar mencanangkan program pengembalian kejayaan Tiongkok yang merosot akibat kejatuhan Dinasti Mongol (1368), Cheng Ho menawarkan diri untuk mengadakan muhibah ke berbagai penjuru negeri. Kaisar sempat kaget sekaligus terharu mendengar permintaan yang tergolong nekad itu. Bagaimana tidak, amanah itu harus dilakukan dengan mengarungi samudera. Namun karena yang hendak menjalani adalah orang yang dikenal berani, kaisar oke saja.
Berangkatlah armada Tiongkok di bawah komando Cheng Ho (1405). Terlebih dahulu rombongan besar itu menunaikan shalat di sebuah masjid tua di kota Quanzhou (Provinsi Fujian). Pelayaran pertama ini mampu mencapai wilayah Asia Tenggara (Semenanjung Malaya, Sumatera, dan Jawa). Tahun 1407-1409 berangkat lagi dalam ekspedisi kedua. Ekspedisi ketiga dilakukan 1409-1411. Ketiga ekspedisi tersebut menjangkau India dan Srilanka. Tahun 1413-1415 kembali melaksanakan ekspedisi, kali ini mencapai Aden, Teluk Persia, dan Mogadishu (Afrika Timur). Jalur ini diulang kembali pada ekspedisi kelima (1417-1419) dan keenam (1421-1422). Ekspedisi terakhir (1431-1433) berhasil mencapai Laut Merah.
Cheng Ho berlayar ke Malaka pada abad ke-15. Saat itu, seorang putri Tiongkok, Hang Li Po (atau Hang Liu), dikirim oleh kaisar Tiongkok untuk menikahi Raja Malaka (Sultan Mansur Shah). Pada tahun 1424, kaisar Yongle wafat. Penggantinya, Kaisar Hongxi (berkuasa tahun 1424-1425, memutuskan untuk mengurangi pengaruh kasim di lingkungan kerajaan. Cheng Ho melakukan satu ekspedisi lagi pada masa kekuasaan Kaisar Xuande (berkuasa 1426-1435).

Kapal yang ditumpangi Cheng Ho disebut ‘kapal pusaka’ merupakan kapal terbesar pada abad ke-15. Panjangnya mencapai 44,4 zhang (138 m) dan lebar 18 zhang (56 m). Lima kali lebih besar daripada kapal Columbus. Menurut sejarawan, JV Mills kapasitas kapal tersebut 2500 ton.

Model kapal itu menjadi inspirasi petualang Spanyol dan Portugal serta pelayaran modern di masa kini. Desainnya bagus, tahan terhadap serangan badai, serta dilengkapi teknologi yang saat itu tergolong canggih seperti kompas magnetik.

Cheng Ho melakukan ekspedisi ke berbagai daerah di Asia dan Afrika, antara lain:


Vietnam, Taiwan, Malaka / bagian dari Malaysia, Sumatra / bagian dari Indonesia, Jawa / bagian dari Indonesia, Sri Lanka,  India bagian Selatan, Persia Teluk Persia, Arab, Laut Merah, ke utara hingga Mesir Afrika, ke selatan hingga Selat Mozambik.
Karena beragama Islam, para temannya mengetahui bahwa Cheng Ho sangat ingin melakukan Haji ke Mekkah seperti yang telah dilakukan oleh almarhum ayahnya, tetapi para arkeolog dan para ahli sejarah belum mempunyai bukti kuat mengenai hal ini. Cheng Ho melakukan ekspedisi paling sedikit tujuh kali dengan menggunakan kapal armadanya.
Armada ini terdiri dari 27.000 anak buah kapal dan 307 (armada) kapal laut. Terdiri dari kapal besar dan kecil, dari kapal bertiang layar tiga hingga bertiang layar sembilan buah. Kapal terbesar mempunyai panjang sekitar 400 feet atau 120 meter dan lebar 160 feet atau 50 meter. Rangka layar kapal terdiri dari bambu Tiongkok. Selama berlayar mereka membawa perbekalan yang beragam termasuk binatang seperti sapi, ayam dan kambing yang kemudian dapat disembelih untuk para anak buah kapal selama di perjalanan. Selain itu, juga membawa begitu banyak bambu Tiongkok sebagai suku cadang rangka tiang kapal berikut juga tidak ketinggalan membawa kain Sutera untuk dijual.

Majalah Life menempatkan Cheng Ho sebagai nomor 14 orang terpenting dalam milenium terakhir. Perjalanan Cheng Ho ini menghasilkan Peta Navigasi Cheng Ho yang mampu mengubah peta navigasi dunia sampai abad ke-15. Dalam buku ini terdapat 24 peta navigasi mengenai arah pelayaran, jarak di lautan, dan berbagai pelabuhan.

Cheng Ho adalah penjelajah dengan armada kapal terbanyak sepanjang sejarah dunia yang pernah tercatat. Juga memiliki kapal kayu terbesar dan terbanyak sepanjang masa hingga saat ini. Selain itu beliau adalah pemimpin yang arif dan bijaksana, mengingat dengan armada yang begitu banyaknya beliau dan para anak buahnya tidak pernah menjajah negara atau wilayah dimanapun tempat para armadanya merapat.

CHENG HO DAN INDONESIA

Cheng Ho mengunjungi kepulauan di Indonesia selama tujuh kali. Ketika ke Samudera Pasai, ia memberi lonceng raksasa “Cakra Donya” kepada Sultan Aceh, yang kini tersimpan di museum Banda Aceh.

Tahun 1415, Cheng Ho berlabuh di Muara Jati (Cirebon), dan menghadiahi beberapa cindera mata khas Tiongkok kepada Sultan Cirebon. Salah satu peninggalannya, sebuah piring yang bertuliskan ayat Kursi masih tersimpan di Keraton Kasepuhan Cirebon.

Pernah dalam perjalanannya melalui Laut Jawa, Wang Jinghong (orang kedua dalam armada Cheng Ho) sakit keras. Wang akhirnya turun di pantai Simongan, Semarang, dan menetap di sana. Salah satu bukti peninggalannya antara lain Kelenteng Sam Poo Kong (Gedung Batu) serta patung yang disebut Mbah Ledakar Juragan Dampo Awang Sam Poo Kong. Itulah informasi seputar Cheng ho yang aku dapatkan dari berbagai literatur.

MENGAPA KELENTENG ?

Banyak orang yang bertanya mengapa ada bangunan Kelenteng di tempat yang dulu Cheng Ho pernah mendarat di sana. Pertanyaan itu juga yang sempat mampir di benak semua guru sejarah. Karena seperti telah diketahui Cheng Ho adalah seorang muslim. Jawaban itu baru didapatkan ketika pemandu wisata kami memberikan jawaban bahwa keberadaan bangunan kelenteng baru ada setelah 300 tahun setelah Cheng Ho mendarat di Semarang. Itu sebagai wujud penghormatan orang-orang China ( Kong Hu Chu) kepada Cheng Ho yang dianggap sebagai moyangnya. Karena Cheng Ho seorang muslim maka di tempat itu juga dibangun sebuah Masjid sebagai penghoratan kepada Cheng Ho. Namun yang aku lihat, bangunan Masjid itu hanya sebagai “simbol” akulturasi saja karena masjid itu tidak dipergunakan untuk sembahyang secara resmi. Satu hal yang terlihat bahwa simbol-simbol yang ada di bangunan Masjid itu ada perpaduan China, Jawa dan Islam.

Bergambar bersama di depan Masjid Cheng Ho

Disebelah masjid tersebut berdiri bangunan yang konon adalah tempat bersemayamnya orang kedua laksamana Cheng Ho yaitu Wang Jinghong (orang kedua dalam armada Cheng Ho). Orang-orang Jaangwa sering menyebutnya dengan Dampo Awang.

Bangunan tempat bersemayamnya Dampo Awang

Objek kedua adalah gedung Lawang Sewuyang berada di kawasan simpang lima Semarang. Terus terang saja baru kali ini rombongan mengunjungi tempat ini. Selama ini aku hanya mengetahuinya dari tayangan TV, apalagi pernah ada acara uji nyali yang mengambil tempat di gedung ini. Rasa penasaran akan gedung ini membuatku sangat antusias mengunjunginya. Tapi tahukah kita sejarah gedung Lawang Sewu  ?

Lawang Sewu merupakan sebuah gedung di Semarang, Jawa Tengah yang merupakan kantor dari Nederlands-Indische Spoorweg Maatschappij atau NIS. Dibangun pada tahun 1904 dan selesai pada tahun 1907. Terletak di bundaran Tugu Muda yang dahulu disebut Wilhelminaplein.

Masyarakat setempat menyebutnya Lawang Sewu (Seribu Pintu) dikarenakan bangunan tersebut memiliki pintu yang sangat banyak. Kenyataannya, pintu yang ada tidak sampai seribu. Bangunan ini memiliki banyak jendela yang tinggi dan lebar, sehingga masyarakat sering menganggapnya sebagai pintu (lawang).

Bangunan kuno dan megah berlantai dua ini setelah kemerdekaan dipakai sebagai kantor Djawatan Kereta Api Repoeblik Indonesia (DKARI) atau sekarang PT Kereta Api Indonesia. Selain itu pernah dipakai sebagai Kantor Badan Prasarana Komando Daerah Militer (Kodam IV/Diponegoro) dan Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Perhubungan Jawa Tengah. Pada masa perjuangan gedung ini memiliki catatan sejarah tersendiri yaitu ketika berlangsung peristiwa Pertempuran lima hari di Semarang (14 Oktober – 19 Oktober 1945). Gedung tua ini menjadi lokasi pertempuran yang hebat antara pemuda AMKA atau Angkatan Muda Kereta Api melawan Kempetai dan Kidobutai, Jepang. Maka dari itu Pemerintah Kota Semarang dengan Surat Keputusan Wali Kota Nomor. 650/50/1992, memasukan Lawang Sewu sebagai salah satu dari 102 bangunan kuno atau bersejarah di Kota Semarang yang patut dilindungi.

Saat ini bangunan tua tersebut telah mengalami tahap konservasi dan revitalisasi yang dilakukan oleh Unit Pelestarian benda dan bangunan bersejarah PT Kereta Api Persero.

Sejarah Bangunan Lawang Sewu

Lawang Sewu adalah salah satu bangunan bersejarah yang dibangun oleh pemerintahan kolonial Belanda, pada 27 Februari 1904. Awalnya bangunan tersebut didirikan untuk digunakan sebagai Het Hoofdkantoor van de Nederlansch Indische Spoorweg Maatscappij (NIS) atau Kantor Pusat Perusahan Kereta Api Swasta NIS. Sebelumnya kegiatan administrasi perkantoran NIS dilakukan di Stasiun Samarang NIS. Namun pertumbuhan jaringan perkeretaapian yang cukup pesat, dengan sendirinya membutuhkan penambahan jumlah personel teknis dan bagian administrasi yang tidak sedikit seiring dengan meningkatnya aktivitas perkantoran. Salah satu akibatnya kantor pengelola di Stasiun Samarang NIS menjadi tidak lagi memadai. NIS pun menyewa beberapa bangunan milik perseorangan sebagai jalan keluar sementara. Namun hal tersebut dirasa tidak efisien. Belum lagi dengan keberadaan lokasi Stasiun Samarang NIS yang terletak di kawasan rawa-rawa hingga urusan sanitasi dan kesehatan pun menjadi pertimbangan penting. Kemudian diputuskan untuk membangun kantor administrasi di lokasi baru. Pilihan jatuh ke lahan yang pada masa itu berada di pinggir kota berdekatan dengan kediaman Residen. Letaknya di ujung Bodjongweg Semarang (sekarang Jalan Pemuda), di sudut pertemuan Bodjongweg dan Samarang naar Kendalweg (jalan raya menuju Kendal). NIS mempercayakan rancangan gedung kantor pusat NIS di Semarang kepada Prof. Jacob F. Klinkhamer (TH Delft) dan B.J. Ouendag, arsitek yang berdomisili di Amsterdam. Seluruh proses perancangan dilakukan di Negeri Belanda, baru kemudian gambar-gambar dibawa ke kota Semarang. Melihat dari cetak biru Lawang Sewu tertulis bahwa site plan dan denah bangunan ini telah digambar di Amsterdam pada tahun 1903. Begitu pula kelengkapan gambar kerjanya dibuat dan ditandatangkan dari Amsterdam tahun 1903.

Ada apa saja di Lawang Sewu ?

Karena gedung ini adalah peninggalan  dari Jawatan Perkeretaapian Belanda, maka yang ada di di situ adalah semua hal yang berhubungan dengan kereta api. Seperti sejarah perkeretaapian di Jawa, Pembangunan gedung Lawang sewu, Alat-alat kereta api jaman doleoe, dan masih banyak lagi. Seperti yang aku lihat di salah satu ruangan adalah alat pemindah jalur rel kereta apai jaman belanda yang masih sangat jadul. Juga ada alat pemindah jalur rel jaman sekarang.

Hal lain yang menarik dari gedung lawang sewu adalah bangunan-bangunan tua yang bergaya Eropa (khususnya Belanda). Serasa kita berada di Belanda. Apalagi bangunan-bangunan itu masih terawat baik sehingga sangat menarik untuk dikunjungi. Satu hal yang membuat aku kagum adalah bangunan yang ada masih sangat kokoh dan kuat. Hal ini menunjukkan bahwa seni arsitektur Belanda sangat baik.

Hal lain yang juga harus dicoba di gedung lawang sewu adalah wisata bawah tanahnya. Pengunjung akan diajak menyusuri lorong-lorong bawah tanah yang pada masa Belanda adalah saluran air dan pengatur air. Namun pada jaman Jepang, tempat itu menjadi penjara dan tempat pembantaian para pejuang Indonesia yang tertangkap. Bahkan ada satu tempat yang disebut ” Penjara Berdiri ” yang pada masa itu digunakan untuk memenjarakan para pejuang dengan posisi berdiri dan satu tempat diisi oleh 5 orang kemudian ditutup dari luar. Jika para tawanan telah mati karena penyiksaan dan pembantaian, mayatnya akan dibuang lewat lubang kecil ke sungai di dekat penjara.

Berfoto di tempat Uji Nyali TRANS TV

Semoga dengan kegiatan ini dapat menambah wawasan baru bagi guru-guru sejarah dan selanjutnya bisa menjadi pengalaman untuk melaksanakan tugas berikutnya.

MGMP Gelar Workshop Silabus-RPP Berkarakter

24 Oktober 2011

Dalam upaya meningkatkan kualitas guru-guru sejarah khususnya dalam menyikapi penerapan kurikulum berbasis karakter, maka MGMP Sejarah Karesidenan Surakarta menggelar Workshop Penyusunan Silabus-RPP Berbasis Karakter yang dilaksanakan pada 22 Oktober 2011 bertempat di MAN 2 Surakarta Jl. Slamet Riyadi 308 Surakarta. Acara yang diadakan bekerjasama dengan Balai Diklat Keagamaan Semarang ini, diikuti oleh sekitar 40 guru-guru sejarah MA baik negeri maupun swasta di wilayah karesidenan Surakarta. Acara dibuka dengan acara seremonial berupa sambutan-sambutan antara lain dari Ketua MGMP Sejarah Muhammad Ikhsan Sumari, S.Pd. Dalam sambutannya, Muhammad Ihsan Sumari menyatakan kegiatan workshop diadakan sebagai upaya agar guru-guru sejarah tidak ketinggalan “kereta” dalam mensikapi penerapan Kurikulum berbasis Karakter. Karena menjadi tugas semua guru untuk selalu mengikuti berbagai perkembangan khususnya mengenai kebijakan pemerintah tentang kurikulum yang sering berganti-ganti.

Sambutan kedua dari K4MA yang diwakili oleh Drs. H. Agus Hadi Susanto, M.S.I, yang kembali menegaskan bahwa kurikulum berbasis karakter adalah suatu keniscayaan sehingga semua guru-guru, termasuk guru sejarah agar bisa menyesuaikan dan mampu menyusunnya. Karenanya beliau menyambut baik dengan adanya kegiatan workshop penyusunan kurikulum berbasis karakter yang diadakan oleh MGMP sejarah.

Tibalah pada acara inti yaitu pemaparan materi tentang penyusunan silabus-RPP berkarakter yang disampaikan oleh Drs. Muhroji Arifin, S.Ag, M.Ag, Widyaiswara Madya Balai Diklat Keagamaan Semarang. Mengawali pemaparan materinya pak Arifin menyatakan bahwa keberhasilan pembelajaran bisa dilihat dari beberap indikator antara lain :

  1. Penguasaan konten/isi
  2. Perencanaan yang baik
  3. Penggunaan media yang sesuai
  4. Setting kelas yang menarik
  5. Penerapan model dan strategi yang sesuai
  6. Proses pembelajaran yang mengaktifkan siswa

Dari indikator-indikator di atas salah satunya adalah perencanaan yang baik, yang berhubungan dengan penyusunan Silabus dan RPP. Karena sekarang sedang digalakkan silabus-RPP berbasis karakter maka semua guru, khususnya guru sejarah, harus bisa menyusun dan menerapkan di unit kerja masing-masing. Untuk pengembangan silabus berkarakter, menurut Pak Arifin ada beberapa hal yang harus diperhatikan guru yaitu :

1. Menguasai PBKB (Pendidikan  Budaya dan Karakter Bangsa)

2. Menjelaskan 18 Karakter Bangsa yang akan dikembangkan dalam pembelajaran

3. Menentukan karakter utama yang perlu ditanamkan kepada siswa melalui pembelajaran sejarah di MA

4. Memetakan Karakter yang sesuai dengan KD yang dipelajarai

5. Mengembangkan silabus dengan menginternalisasi Karakter Bangsa

Untuk mengetahui hasil workshop penyusunan silabus-RPP berkarakter selengkapnya silahkan klik link di bawah ini :

BAHAN PELATIHAN GURU SEJARAH MA

Langkah menyusun silabus berkarakter

Berikut foto-foto kegiatan workshop MGMP Sejarah :

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.